Guling Meningkatkan Pemahaman Belajar Bangun Ruang Campuran

Oleh : Sri Hastuti, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dari dulu pelajaran matematika merupakan pelajaran yang membuat rasa takut siswa. Padahal matematika merupakan pelajaran yang sangat penting untuk memecahkan masalah dalam keseharian. Hampir semua aspek kehidupan butuh keterampilan matematika sejak SD.

Salah satu konsep dasar dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan berhitung. Pembelajaran matematika dalam hal perhitungan merupakan pelajaran yang dianggap paling sulit bagi siswa.

Menurut Siregar (2018 : 2) komponen matematika anak SD meliputi kemampuan memahami konsep matematika, kemampuan berhitung, dan kemampuan memecahkan masalah. Masalah nyata yang dihadapi di lapangan, banyak siswa kelas VI SDN Kedondong 1 Gajah, Demak belum bisa menyelesaikan materi “menentukan volume bangun ruang campuran” dan masih perlu bimbingan. Banyak kelemahan yang diperlihatkan siswa di antaranya nilai yang didapat di bawah standar KKM yang sudah ditetapkan yaitu 65. Rendahnya nilai dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya sistem belajar.

Sejak pandemi virus korona sistem pembelajaran terpaksa berubah. Dari belajar secara tatap muka di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring. Sayangnya sistem pembelajaran ini tidak bisa dinikmati sebagian siswa, khususnya siswa yang tidak memiliki HP sebab faktor ekonomi. Banyak orang tua yang mengeluh dalam mendampingi putranya dalam belajar daring. Sistem pembelajaran ini butuh peran aktif orang tua untuk membimbing anaknya dalam belajar khususnya siswa SD. Namun hal itu sulit dilakukan bila kedua orang tuanya bekerja sehingga tidak bisa membimbing anaknya dalam mengikuti pembelajaran daring.

Baca juga:   Tantangan Era Millenial dalam Dunia Pendidikan

Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam sistem pembelajaran secara daring sekolah penulis melaksanakan program guling (guru keliling). Program ini dilaksanakan dengan cara guru mengunjungi secara bergantian/berkeliling ke rumah siswa yang sudah dibentuk kelompok yang rumahnya berdekatan maksimal 5 anak. Dengan syarat mematuhi protokol kesehatan untuk memberikan pembelajaran dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa.

Guru menjelaskan materi “menentukan volume bangun ruang campuran” dan pembahasan soal-soal yang berkaitan dengan volume bangun ruang serta tanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami siswa. Untuk jadwalnya, guling siswa mendapatkan pelajaran 2 kali dalam seminggu dengan waktu pembelajaran 2 jam.

Pembelajaran guling menjadi pilihan guru sekolah penulis untuk membantu siswa dalam belajar. Meskipun demikian pembelajaran guling ini memiliki kelebihan sekaligus kekurangan sehingga guru perlu menelaah sebelum mengambil kesimpulan.

Kelebihan pembelajaran guling antara lain mendapat gambaran lebih utuh tentang kehidupan keseharian siswa. Guru bisa berinteraksi langsung dengan orang tua siswa. Memecahkan persoalan dan hambatan yang dihadapi siswa secara lebih komprehensif. Bisa terjalin silaturahmi dan merekatkan kekerabatan.

Baca juga:   Meningkatkan Menghafal Perkalian dengan Pembiasaan Literasi Numerasi 15 Menit

Adapun kelemahannya yakni perlu waktu dan tenaga yang lebih banyak.Melibatkan peran kedua belah pihak. Kesediaan guru dan kesediaan orang tua untuk menerima, karena sangat mungkin ada orang tua siswa yang enggan untuk dikunjungi. Materi yang diberikan tidak seluas seperti pada waktu tatap muka di kelas karena keterbatasan waktu.

Terlepas dari kekurangannya, pembelajaran guling dapat digunakan untuk memahami individu siswa, dengan demikian guru bisa melakukan pola pembelajaran yang tepat dan efektif. (pm1/lis)

Guru Kelas VI SDN Kedondong 1 Kec. Gajah, Kabupaten Demak

Author

Populer

Lainnya