Belajar dari Rumah dengan Google Classroom dan WhatsApp

Oleh : Lilis Ernawati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, HAMPIR satu tahun pandemi Covid-19 belum juga berlalu Hal ini menyebabkann semua kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka belum bisa dilakukan dan memaksa seluruh stakeholder di dunia pendidikan, baik guru, murid, ataupun orang tua melakukan penyesuaian diri, bertransformasi dengan pendidikan berbasis teknologi, belajar secara online. SD Negeri 01 Mangli menerapkan metode Google classroom dan whatshapp sebagai sarana untuk memudahkan proses belajar di rumah.

Memasuki semester dua Tahun Pelajaran 2020/2021 masih menggunakan pembelajaran jarak jauh atau dikenal dengan sebutan Belajar Dari Rumah (BDR). Bulan Januari 2021 yang digadang-gadang orang tua siswa bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal ternyata belum bisa dilaksanakan, maka dari itu pembelajaran tetap di laksanakan di rumah. Salah satu metode dan media pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) dilaksanakan dengan 2 (dua) pendekatan yaitu Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan/daring; Pembelajaran jarak jauh luar jaringan/luring.

Menurut Moore, Dickson-Deane, & Galyen (2011) Pembelajaran online merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran.. Pembelajaran online pada pelaksanaannya membutuhkan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti telepon pintar, tablet dan laptop yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dimana saja dan kapan saja (Gikas & Grant, 2013). Penggunaan teknologi mobile memiliki kontribusi besar di dunia pendidikan, termasuk di dalamnya adalah pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh (Korucu & Alkan, 2011).

Baca juga:   Tuntut Guru Bahasa Inggris Kreatif dalam Pembelajaran Daring

Tidak semua media online dapat digunakan di sekolah, apalagi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dimana usia anak-anak SD masih cukup belia sehingga banyak kesulitan dalam melakukan pembelajaran secara online. Lebih-lebih untuk sekolah di pedesaan seperti SD Negeri 01 Mangli, disamping terkendala akses internet juga tidak semua siswa mempunyai media (HP. Android). Namun demikian KBM harus tetap berjalan, dan salah satu pembelajaran virtual yang memungkinkan bisa dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 01 Mangli adalah pembelajaran melalui WhatsApp dan layanan Google Classroom.

WhatsApp memiliki berbagai macam fitur yang dapat dan bisa mengirimkan pesan berupa video dan pesan suara (Voice note) atau sering kali disebut dengan VN. Cara menggunakan voice note di WhatsApp sangatlah sederhana, tidak hanya dapat mengirim pesan, gambar saja, namun anak anak bisa menyimpan VN . Dengan demikian guru dan siswa dapat berinteraksi aktif melalui media tersebut. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran berupa video pembelajaran, tulisan (ketikan), maupun penjelasan guru dengan voice note dan siswapun menanggapinya denan senang dan riang.

Baca juga:   Belajar Asyik Interaksi Antarruang dengan Media Atlas Tematik

Melaui media Google Classroom (GCR) guru memberikan tugas kepada siswa baik berupa soal, rubrik, maupun kuis dapat dilakukan, dengan di bantu orangtua dirumah Siswa dapat melihat tugas di halaman tugas, di aliran kelas, atau di kalender kelas. Semua materi kelas otomatis disimpan dalam folder Google Drive. Di halaman tugas kelas, siswa dapat berbagi informasi tugas, pertanyaan, dan materi yang harus dikerjakan. Guru dapat melihat dengan cepat siapa saja yang sudah dan belum menyelesaikan tugas, serta langsung memberikan nilai dan masukan real-time. Selain itu, Google Classroom memungkinkan alur komunikasi antara guru dengan murid atau antar murid lebih efektif. (gb1/zal)

Guru SDN 01 Mangli, Pemalang

Author

Populer

Lainnya