Tingkatkan Prestasi Belajar PAI melalui Pemberian Tugas Berbasis Portofolio

Oleh : Drs. Sofi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup hendaknya pendidikan tidak hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value.

Pendidikan harus mampu mengantarkan manusia mencapai kompetensi intelektualitasnya sekaligus mengemban spiritualitas sebagai potensi kemanusiaannya. Diri manusia adalah entitas yang kompleks dengan potensi akal dan rasa yang harus dikembangkan secara berimbang.

Pendidikan yang hanya menekankan pada pentingnya akal dan hanya dilakukan sebagai transfer pengetahuan dan teknologi saja, hanya akan mencetak manusia dengan mental robot. Untuk itu, pendidikan harus juga memberi kesadaran akan nilai-nilai dalam kehidupan manusia. Sehingga perilaku dan sikap hidup manusia tidak hanya didasari pertimbangan rasio: benar salah, untung rugi. Tetapi juga pertimbangan etis baik buruk yang mencerminkan kualitas kemanusiaan.

Dalam lingkup kelas, guru mempunyai peran yang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru merupakan personel sekolah yang memiliki kesempatan bertatap muka lebih banyak dengan siswanya. Dengan demikian peran dan tanggung jawab guru adalah menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan, mempersiapkan pelajaran, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan perubahan pola pikir yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kurikulum masa lalu, proses belajar mengajar terfokus pada siswa, akibatnya KBM (kegiatan belajar mengajar) lebih menekankan pada pengajaran dari pada pembelajaran. Untuk itu diperlukan strategi pembelajaran.

Baca juga:   Pembelajaran Daring Fisika dengan Microsoft Teams

Salah satu strategi pembelajaran yang memusatkan proses pembelajaran pada siswa adalah metode pembelajaran dan penilaian portofolio. Model pembelajaran ini berpusat pada siswa, karena dapat mendorong kompetensi, tanggung jawab dan partisipasi siswa belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum, memberanikan diri untuk berperan serta dalam kegiatan antarsiswa, antarsekolah dan antaranggota masyarakat. Model pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktis dan empiris (Dasim B, 2002).

Pada mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di SMKN 1 Ampelgading bukan sekadar untuk menghafal beberapa dalil agama atau beberapa syarat rukun setiap ibadah namun harus merupakan upaya, proses, usaha mendidik murid, disamping untuk memahami atau mengetahui juga sekaligus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Ajaran Islam untuk diamalkan bukan sekedar dihafalkan meskipun ada pula aspek yang harus dihafal (A. Qhodri, 2007).

Diharapkan dengan menerapkan model pembelajaran portofolio, mata pelajaran pendidikan agama Islam akan dapat meningkatkan prestasi belajar PAI. Dalam portofolio PAI ini siswa dibina agar memiliki kecakapan untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat yang erat kaitannya dengan materi pokok PAI. Misalnya masalah keimanan dan ketauhidan, pembelajaran diharapkan dapat menciptakan akhlak peserta didik menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa.

Baca juga:   Implementasi Materi Peluang Usaha di Masa Pandemi

Sesuai dengan pendapat Budimansyah bahwa portofolio sebenarnya dapat diartikan sebagai wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai objektif. Maka penulis membatasi kajian ini pada pengertian portofolio sebagai wujud benda fisik, yaitu tugas portofolio. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan diberikannya tugas berbasis portofolio diharapkan meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga tujuan PAI dapat terwujud. (pg2/lis)

Guru SMK Negeri 1 Ampelgading

Author

Populer

Lainnya