Peningkatan Literasi dengan Membaca dan Mendengarkan Cerkak

Oleh: Suprahwana Wahyu Diharja, S.S.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Literasi merupakan hal penting yang tidak bisa dilepaskan dari dunia pendidikan. Dengan literasi peserta didik dapat mengenal, memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di sekolah. Hasil literasi di Indonesia bila dibandingkan dengan negara-negara lain selama beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan. Berdasarkan Kemedikbud dalam situsnya https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/hasil-pisa-indonesia-2018-akses-makin-meluas-saatnya-tingkatkan-kualitas/ menyatakan bahwa hasil studi PISA 2018 yang dirilis oleh OECD menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam membaca, meraih skor rata-rata yakni 371, dengan rata-rata skor OECD yakni 487. Kemudian untuk skor rata-rata matematika mencapai 379 dengan skor rata-rata OECD 487. Selanjutnya untuk sains, skor rata-rata siswa Indonesia mencapai 389 dengan skor rata-rata OECD yakni 489.

Dengan melihat data di atas menunjukkan ada permasalahan literasi dalam pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Peraturan ini dikuatkan dengan ditetapkannya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai sebuah gerakan yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah (Foy Ario dkk, 2020: 1).

Selain pemahaman yang masih terbatas, kendala yang dihadapi program literasi adalah kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung program literasi. Kendala yang dihadapi program literasi selain pemahaman yang masih terbatas adalah kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung program literasi. Di SMAN 1 Jetis Bantul program literasi Bahasa Jawa dilaksanakan setiap hari Jumat. Program literasi Bahasa Jawa mengalami kendala. Kendala literasi Bahasa Jawa adalah adalah kurangnya buku-buku referensi, novel, video, audio berbahasa Jawa.

Baca juga:   Membentuk Kerjasama dengan Metode Make-A Match

Sekolah perlu mengadakan terobosan untuk mengatasi kendala literasi Bahasa Jawa. Literasi Bahasa Jawa perlu diperhatikan karena literasi ini tidak hanya literasi baca tulis saja tetapi juga merupakan literasi budaya dan kewargaan sehingga program literasi Bahasa Jawa perlu mendapatkan dukungan dan porsi yang sesuai. Terobosan yang bisa dibuat untuk mengatasi kendala literasi bahasa Jawa adalah “Membaca dan Mendengarkan Cerkak (dalam bahasa Indonesia disebut cerpen)”. Metode ini sengaja dipilih karena membaca dan mendengarkan cerkak sangat menyenangkan. Selain menyenangkan, membaca cerkak dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyimak dan berimajisi.

Kegiatan membaca dan mendengarkn cerkak ini sejalan dengan kurikulum Bahasa Jawa SMA/MA/SMK sederajat DIY. Materi cerkak diberikan pada kelas XI semester genap. Selama pandemi Covid 19 ketika peserta didik melaksanakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) praktis literasi bahasa Jawa tidak terlaksana secara maksimal. Kendala yang dihadapi tidak lain seperti uraian di atas yaitu kurangnya referensi buku berbahasa Jawa yang dimiliki peserta didik. Kebanyakan peserta didik hanya memiliki buku teks pelajaran Bahasa Jawa dan Pepak basa Jawa. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak memiliki majalah berbahasa Jawa.

Kegiatan literasi membaca dan mendengarkan cerkak diawali dengan tim Gerakan Literasi Sekolah meminta satu perwakilan peserta didik setiap kelas untuk perekaman video membaca cerkak. Setelah video selesai direkam, tim membagikan video tersebut ke setiap kelas melalui group WA atau Youtube. Peserta didik kemudian memutar video di rumah masing-masing sesuai jadwal literasi. Kemudian sebagai alat kontrol dan evaluasi tim Gerakan Literasi Sekolah meminta peserta didik untuk mengisi google form dua minggu sekali. Isi dari google form ini adalah identitas peserta didik serta rangkuman hasil mendengarkan pembacaan cerkak. Diakhir tahun diharapkan peserta didik dapat menulis cerkak kemudian dibukukan sebagai hasil literasi. Selain membuat program literasi, sekolah perlu membuat perlombaan membaca cerkak untuk menggali dan mengasah bakat peserta didik dalam membaca cerkak. Untuk meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Jawa sekolah mendorong peserta didik untuk mengikuti perlombaan membaca cerkak yang diselenggarakan setiap tahun oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.

Baca juga:   Tripusat Pendidikan pada Pembelajaran Teks Negosiasi

Dengan membaca dan mendengarkan cerkak kegiatan literasi Bahasa Jawa dapat meningkat. Peningkatan literasi bahasa Jawa juga turut meningkatkan kemampuan literasi baca tulis serta kebudayaan dan kewargaan. Dengan meningkatnya dua literasi tersebut diharapkan merangsang kemampuan multiliterasi peserta didik. Marilah kita semua turut serta menggerakkan dan mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Salam literasi!. (pg2/zal)

Guru SMAN 1 Jetis, Bantul, DIY

Author

Populer

Lainnya