Orang Tua Memiliki Pernanan Penting dalam Pembelajaran Daring

Oleh : Titi Kuswati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DUNIA pendidikan menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia menerapkan sistem pembelajaran daring sebagai alternatif jawaban untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang begitu cepat. Sesuai dengan SE Mendikbud RI nomor 3 tahun 2020 dan Surat Sekjen Mendikbud nomor 35492/A.A5/HK/2020 tanggal 12 Maret 2020, sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara klasikal di kelas, diganti dengan sistem pembelajaran daring secara online.

Kebijakan tersebut tentunya diterapkan agar kegiatan pembelajaran dan dunia pendidikan tidak mati dan tetap berjalan, serta mengupayakan keselamatan peserta didik dari paparan Covid-19. Kemunculan pembelajaran daring sebenarnya sudah lama diprediksikan sebagaimana pendapat Mason (1994), pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan berkolaborasi. Penerapan pembelajaran daring sangat dirasakan dampaknya bagi jenjang pendidikan utamanya SD yang belum memiliki akses memadai dan belum terbiasa dengan sistem pembelajaran daring. Tak terkecuali di SDN 03 Jrakah.

Kebijakan belajar di rumah bukannya berjalan mulus. Kebijakan tersebut berdampak pada orang tua yang dituntut berperan sebagai guru bagi anak-anaknya selama pembelajaran daring. Hal tersebut tidaklah mudah. Orang tua harus belajar kembali tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari oleh anak. Bagi orang tua yang berlatar belakang pendidikan memadai, tentunya mengajari anak di rumah tidak terlalu sulit. Namun, bagi orang tua yang tingkat pendidikannya kurang, mengajari anak di rumah tentunya akan menjadi tantangan yang cukup berat.

Baca juga:   Belajar Perkembangbiakan Vegetatif dengan Metode Demonstrasi

Peran orang tua sangat penting selama pembelajaran daring berlangsung. Dorongan orang tua dan dukungan selama pembelajaran daring ditambah dengan keterlibatan guru sangat penting bagi anak. Banyak sumber yang menunjukkan bahwa membangun hubungan yang efektif antarorang tua, keluarga, dan sekolah akan mendukung pembelajaran bagi anak kearah belajar yang lebih baik. Terlebih orang tua adalah pendidik pertama dan berkelanjutan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, peran orang tua sangat besar dalam kesuksesan anak selama pembelajaran daring.

Orang tua memiliki peran yang krusial selama proses pembelajaran daring berlangsung. Keterlibatan orang tua mempunyai dampak positif terhadap perkembangan siswa. Di antaranya perkembangan keterampilan sosial yang lebih baik, perilaku anak yang lebih baik, kemampuan adaptasi yang lebih baik di sekolah, dan modal sosial meningkat pada anak.

Mengingat pentingnya peran orang tua, ada beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran daring. Pertama, kedisiplinan. Orang tua harus tetap menerapkan kebiasaan saat anaknya bersekolah. Kedua, tepat waktu, orang tua harus bisa melakukan pengawasan dan memberi pemahaman ke anak selama pelaksanaan sekolah daring. Ketiga, selalu mendampingi anak dalam belajar. Pendampingan dilakukan sebelum pelaksanaan jam pelajaran, saat pelaksanaan pelajaran, dan sesudah pelaksanaan pelajaran. Keempat, komunikasikan dengan guru terkait ketika menghadapi masalah. Terakhir, lakukan evaluasi untuk mengetahui apakah kegiatan belajar daring berjalan sesuai dengan jadwal, apabila mengalami kendala atau keterlambatan, lakukan komunikasi sesuai point keempat.

Baca juga:   Google Meet Obati Rindu Sekaligus Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris

Orang tua bukan hanya berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan material anak. Kebutuhan immaterial juga harus dipenuhi bahkan lebih. Tanpa pendampingan yang bagus dari orang tua, maka hasil pendidikan dari bangku sekolah tidak akan bermakna. Sekali lagi, orang tua memegang peran penting dalam pembelajaran daring. (pg2/ida)

Guru SDN 03 Jrakah, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya