Group Investigation Ajak Siswa Membangun Pengetahuan Sendiri Selama Pandemi

Oleh : Ngatini, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Era pandemi Covid-19 menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru bari guru. Yang biasanya pembelajaran dilakukan dengan tatap muka secara langsung, sekarang guru dituntut menggunakan teknologi. Guru harus menguasai alat pendukung pembelajaran. Semua satuan pendidikan diwajibkan memanfaatkan teknologi digital. Bahkan pemerintah pun ikut serta memfasilitasi pembelajaran digital dengan cara memberikan kuota khusus untuk guru dan siswa.

Fakta di lapangan tidak selalu sesuai dengan harapan. Banyak guru yang awalnya bersemangat menunjukkan kreativitas dan inovasinya sebelum pandemi, menjadi nglokro untuk mengajar. Ada yang beralasan tidak bisa menggunakan handphone, tidak punya kuota, tidak ada sinyal dan sebagainya. Hal ini tentu berakibat langsung untuk siswa.

Sesuai dengan Taksonomi Bloom yang direvisi, pengukuran keberhasilan siswa diukur dengan kata kerja operasional. Apabila selama masa pandemi guru hanya memberikan tugas dan meminta anak menjawab soal, maka kemampuan anak hanya sebatas “mengetahui”. Padahal, agar pembelajaran menjadi bermakna, siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide untuk mengonstruksi pengetahuannya sendiri (Al-Tabany, 2014:146).

Baca juga:   Matematika Asyik, RME Solusinya

Salah satu metode pembelajaran inovatif yang bisa dilakukan adalah pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Seperti yang dilakukan penulis di SDN Kandeman 02, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Penulis menerapkan metode tersebut untuk materi perpindahan panas secara konduksi, konveksi, dan radiasi.

Pembelajaran kooperatif group investigation merupakan pendekatan pembelajaran yang didesain oleh Herbert Thelen. Pembelajaran ini dapat diartikan juga sebagai investigasi kelompok dalam merencanakan topik untuk studi atau penelitian yang akan dilakukan sendiri oleh siswa (Ramadhani dkk, 2020:34).

Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam menerapkan pembelajaran group investigation adalah pertama guru membagi kelas menjadi tiga kelompok melalui media grup WhatsApp. Kedua guru memberikan materi perpindahan panas yang berbeda pada setiap kelompok (konduksi, konveksi dan radiasi). Ketiga guru memberikan stimulus kepada siswa untuk menemukan proses perpindahan panas sesuai yang didapat masing-masing kelompok. Keempat guru mengawasi siswa melakukan percobaan. Kelima siswa melaporkan hasil diskusinya, terakhir guru memberikan penguatan terhadap pengetahuan yang sudah dikonstruksi oleh siswa sendiri.

Baca juga:   Sudah Waktunya Pembelajaran Kembali Dilakukan di Sekolah

Seorang penyair Amerika, Mark von Doren berkata bahwa the art of teaching is the art of assiting discovery, yang artinya hakikat dari seni mengajar adalah membantu para siswa menemukan. Hal ini juga terjadi pada hal yang sudah dilakukan penulis. Teknik group investigation mengajak siswa untuk bekerja sama menemukan pengetahuannya sendiri. Hal ini berakibat positif pada daya ingat siswa di masa depan. Pengetahuan yang dibangun siswa sendiri akan terus diingat sampai kapanpun dari pada penjelasan atau ceramah dari guru. (pg2/lis)

Guru SDN Kandeman 02, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya