Card Sort Tingkatkan Kemampuan Membaca Kelas Rendah

Oleh : Ika Yulinani S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN membaca di kelas I sekolah dasar (SD) merupakan pembelajaran membaca tahap awal. Kemampuan membaca tahap awal ini menjadi dasar pembelajaran membaca di kelas-kelas selanjutnya. Kemampuan membaca permulaan lebih diorientasikan pada kemampuan membaca tingkat dasar, yakni kemampuan siswa untuk dapat mengubah dan melafalkan lambang-lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi bermakna, yang belum diikuti oleh pemahaman makna dari bunyi lambang-lambang huruf yang dibaca (Yeti Mulyati, 2014: 6).

Permasalahan yang muncul pada saat pembimbingan membaca terutama pada pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung, siswa cenderung belum aktif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang bermain sendiri, berbicara dengan temannya, dan beberapa siswa tidak mau membaca teks di depan kelas ketika diminta oleh guru. Selain itu, siswa juga tidak bisa duduk dengan tenang dan rapi, siswa masih suka berjalan-jalan, keliling kelas, berhenti di bangku temannya dan mengajak berbicara. Sehingga dapat disimpulkan pada saat membaca, siswa tidak termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membacanya.

Metode yang digunakan guru saat ini seperti metode SAS, metode eja/bunyi, metode kata lembaga, metode global, dirasa belum cukup mampu menarik minat siswa dalam membaca. Untuk menumbuhkan minat baca, selain menggunakan metode tersebut, guru kelas I SDN 02 Sokawati, menggunakan media Card Sort. Silberman (2013:172) menjelaskan pada pembelajaran kooperatif menggunakan Card Sort ini guru menggunakan media kartu yang berisi informasi kartu dibagikan kepada siswa yang berupa potongan-potongan kertas, kemudian siswa melakukan usaha untuk menemukan kartu berkategori sama. Kegiatan Card Sorting menjadikan gerakan fisik yang dominan, dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh atau bosan.

Baca juga:   MPLS sebagai Media Pembentukan Karakteristik Siswa

Langkah-langkah yang digunakan dalam menggunakan media Card Sort yang pertama, guru membagikan selembar kartu kepada setiap siswa dan pada kartu tersebut telah dituliskan kata dari sebuah tema. Kedua, siswa diminta mencari teman (pemegang kartu) yang sesuai dengan tema yang dipegang. Secara otomatis siswa akan berkelompok dengan teman yang sesuai dengan tema pada kartu yang dipegang. Berikutnya, siswa diminta menuliskan kata pada papan tulis sesuai tema yang ada dalam kartu tersebut dalam satu kelompok. Kemudian, salah satu siswa menjelaskan tema pada kartu kelompoknya. Jika ada salah satu kartu yang tidak sesuai dengan tema kelompoknya, maka wajib dihukum dengan mencari kembali kelompok sesuai tema dari kartu yang diterimanya. Di akhir kegiatan, guru dapat memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media Card Sort adalah pembuatan kartu. Guru harus membuat kartu dalam bentuk dan ukuran yang sama. Dilarang memberi nomor urut, maupun kode-kode tertentu. Terpenting, kata yang ada pada masing-masing kartu harus berisi tema yang telah dipelajari sebelumnya. Kelebihan dari penggunaan Card Sort ini dapat diikuti oleh semua siswa, tanpa ada yang mendominasi. Guru mudah mengondisikan dan mengorganisasi kelas karena siswa dengan sendirinya aktif berkelompok tanpa diperintah. Dari segi pembuatan media juga sangat mudah dan tidak memerlukan banyak biaya. Akan tetapi, media ini terdapat kelemahan yaitu memungkinkan terjadinya penyimpangan perhatian murid terutama apabila terdapat jawaban-jawaban yang menarik perhatiannya, padahal bukan sasaran atau tujuan yang diinginkan dalam arti terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian dengan tema yang seharusnya. Namun demikian penggunaan media Card Sort terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SDN 02 Sokawati. (pg2/ida)

Baca juga:   Gembira Belajar melalui Siaran Radio Pembelajaran di Masa Pandemi

Guru SDN 02 Sokawati

Author

Populer

Lainnya