Bridging Course Persiapkan Siswa Ikuti Pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan

Oleh : Moh Imron S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SISWA kerap mengeluhkan kesulitan belajar bahasa Inggris. Mereka tidak kunjung bisa mengerti dan menguasai dengan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan sudah mengikuti kursus tambahan di luar jam sekolahpun, masih belum menguasai bahasa Inggris dengan baik. Akibatnya, bahasa Inggris menjadi pelajaran yang sangat membosankan, sulit, dan tidak menyenangkan.
Sebagai praktisi pendidikan yang bergelut di dunia pendidikan, penulis yang mengajar di MTs Assalam Kejene Pemalang menemui kendala dalam menemukan formula yang baik untuk memecahkan masalah pendidikan tersebut. Terlebih, sekolah di daerah terpencil yang notabene siswanya kurang mengenal bahasa Inggris. Penulis berusaha meyakinkan siswa bahwa bahasa Inggris itu mudah dan menyenangkan. Inilah yang mendasari hadirnya pemikiran tentang Bridging Course yang diharapkan dapat menjadi obat alternatif untuk mengatasi masalah- masalah tersebut.

Bridging Course jika diartikan adalah jembatan pembelajaran. Bridging Course (BC) sesuai dengan arti katanya, Pelatihan sebagai Jembatan, atau biasa dikenal sebagai matrikulasi. Adanya BC ini diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan yang dapat mengatasi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dimiliki para lulusan SD/MI yang kemampuannya beragam alias heterogen untuk megikuti pelajaran bahasa Ingris di tingkat SMP/MTs.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Poster dengan Aplikasi Canva

Dengan adanya program wajib belajar, sekolah tidak dapat menolak lulusan SD yang bekal awalnya tak memadai. Dengan adanya BC ini, ketidaksiapan yang disebabkan bekal awal yang tidak memadai itu dapat diminimalisasi. Diharapkan dengan BC, dapat mengatasi ketidakmerataan kesiapan para peserta didik baru untuk mengikuti proses belajar mengajar bahasa inggris di kelas.

BC ini menggunakan prinsip pembelajaran, kontekstual, menyenangkan, kooperatif, based on problem solving (berdasarkan penyelesaian masalah). Tujuan BC adalah meningkatkan bekal awal peserta didik baru dengan cara memberikan materi esensial pelajaran bahasa Inggris untuk persiapannya mengikuti proses belajar selanjutnya. Dan menyamakan bekal awal peserta didik baru agar antara satu siswa dengan lainnya tidak terlalu berbeda, sehingga memudahkan guru dalam memulai pelajaran bahasa Inggris pada materi selanjutnya yang sesuai kompetensi dasar (KD). Bridging Course dapat dilaksanakan pada awal masuk siswa kelas 7 selama sekitar 3 bulan atau bahkan bisa kurang atau lebih. Ini tergantung siswa di lingkungan sekolah masing- masing. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, materi yang disampaikan adalah materi yang sangat mendasar sehingga dapat berguna bagi siswa dalam memahami materi bahasa Inggris. Selanjutnya yang tertera pada kompetensi dasar.

Baca juga:   Belajar IPA Menyenangkan dengan Index Card Match

Dalam penyampaiannya, guru diharapkan menggunakan metode yang bisa menarik minat, kreativitas, serta membuatnya senang dengan bahasa Inggris. Dengan adanya minat, kreativitas dan rasa senang tersebut diharapkan menjadi motivator dalam belajar bahasa Inggris, sehingga dapat menghasilkan peningkatan penguasaan bahasa Inggris dengan baik dan benar. Guru merancang materi tersebut dengan memikirkan bahwa materi tersebut berguna untuk pemahaman materi yang tertera dalam kompetensi dasar. Tiada kata terlambat untuk melakukan segala perbaikan guna mencari solusi dalam penyelesaian masalah yang timbul dalam pembelajaran bahasa Inggris. Bridging Course merupakan alternatif yang bisa dicoba dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. (pg3/ida)

Guru Bahasa Inggris MTs Assalam Kejene Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya