Model Blended Learning Tingkatkan Pembelajaran PPKn Peserta Didik

Oleh : Arief Adi Wiratna, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan diri. Sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka serta pendekatan kreatif tanpa harus kehilangan identitas diri sebagai manusia.

Pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa atau pendidik dengan memanfaatkan sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan. Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku hasil belajar atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran dapat terjadi melalui interaksi pendidik dengan siswa, maupun siswa dengan siswa. Kemajuan zaman menuntut para pendidik untuk berpikir keras menemukan inovasi-inovasi baru dalam proses pembelajaran dan menciptakan pembelajaran yang efektif.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosiokultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD NKRI 1945.

Konsep belajar secara utuh diintegrasikan pengertian belajar dari perspektif psikologi dan pendidikan. Alasannya karena perilaku belajar merupakan bidang telaah dari keduanya. Belajar menurut Bell Gretler (1986) dalam M.Ali Hamzah adalah proses yang dilakukan manusia dalam upaya mendapatkan aneka ragam kompetensi, skill dan sikap.

Baca juga:   Peran Pendidik menjadi Personal Tokoh

Penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai dapat menimbulkan kurangnya keefektifan dalam proses pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran Blended Learning (BL) dipilih karena lebih menekankan pada pembelajaran yang mudah diakses di mana pun dan kapanpun oleh peserta didik di SMK Negeri 1 Ngablak, Kabupaten Magelang.

BL merupakan kombinasi karakteristik pembelajaran tradisional dan elektronik. Menggabungkan aspek elektronik seperti berbasis web, streaming video, google class room, WA dengan pembelajaran tradisional tatap muka. Model BL dapat meningkatkan pembelajaran peserta didik yang belajar secara konvensional atau sepenuhnya online meskipun tingkat keberhasilan bervariasi antara disiplin ilmu (Heinze, 2008:35).

Dalam Bibi (2015) penerapan BL dapat memberi minat belajar mandiri peserta didik karena banyak informasi mutakhir yang dapat diperoleh melalui internet. Model ini sangat efisien karena selain peserta didik bisa mendapatkan pembelajaran melalui tatap muka dengan guru di dalam kelas, juga bisa mengakses materi yang diberikan secara online di manapun berada.

Tahapan model pembelajaran BL menurut Carman (2005:2) ada lima kunci. Yaitu pertama live event. Pembelajaran langsung atau tatap muka secara singkronous dalam waktu dan tempat yang sama tapi tempat berbeda. Kedua, self paced learning. Mengombinasikan dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan peserta didik belajar kapan saja, di mana saja secara online.

Baca juga:   Pemutaran Video Mudahkan Siswa Menyusun Teks Eksplanasi yang Kronologis dan Sesuai Fakta

Ketiga collaboration. Mengombinasikan kolaborasi, baik kolaborasi pengajar, maupun kombinasi antarpeserta didik. Keempat assessment. Perancang harus mampu mengombinasikan jenis assessment online dan offline yang bersifat tes maupun nontes. Kelima performance support material. Pastikan bahan belajar disiapkan dalam bentuk digital dapat diakses oleh peserta didik baik secara online maupun offline.

Kesimpulannya, BL yang diterapkan dalam pembelajaran PPKn, akan meningkatkan peran peserta didik yang berkualitas. Baik disiplin sosial, dan nasional, etos kerja, produktifitas kerja. Kemampuan intelektual dan profesional, tanggung jawab kemasyarakatan, kebangsaan, moral, karakter dan kepribadian.

Sehingga peserta didik bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan jaringan internet sebagai sarana komunikasi dan belajar. Antara pendidik dengan peserta didik, maupun peserta didik dengan peserta didik. (pm1/lis)

Guru PPKn SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya