Write Around, Kiat Cerdas Menulis Puisi Bebas

Oleh : Tugiyo, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS merupakan salah satu aspek penting dari empat aspek pembelajaran bahasa. Yaitu mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis. Namun demikian, menulis dianggap sulit oleh peserta didik, karena merupakan kemampuan dan keterampilan yang kompleks, yang menuntut sejumlah pengetahuan dan keterampilan. Sehingga, menulis merupakan pelajaran yang kurang diminati oleh peserta didik.

Keadaan tersebut juga terjadi di SD Negeri 01 Werdi. Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi Menulis Puisi Bebas, sebagian besar siswa kelas VI mengalami kesulitan dan kurang bersemangat. Hal itu karena masih rendahnya minat dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Bagi mereka pembelajaran menulis itu membosankan dan kurang menyenangkan.
Menurut Suparno (2008) menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Sehingga seorang penulis dapat menyampaikan pesan apa yang ada dalam tulisannya.

Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan suatu model atau teknik pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi dan meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran.
Adapun model pembelajaran yang penulis anggap mampu membangkitkan motivasi dan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran menulis puisi bebas adalah model pembelajaran kooperatif teknik write around. Write berarti menulis. Around artinya berputar/berkeliling. Write around berarti menulis dengan berputar atau berkeliling.

Baca juga:   Membiasakan Berbahasa Jawa Tingkatkan Motivasi Peserta Didik

Langkah-langkah pembelajaran menulis puisi dengan write around adalah : pertama, kelas disetting pola kelompok. Kedua, siswa dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa secara heterogen. Ketiga, menentukan tema. Tema yang diangkat bisa berkenaan dengan kehidupan sehari-hari misalnya keluarga, sekolah, pendidikan, lingkungan dan tema lain yang relevan dengan tingkat usia siswa. Keempat, menentukan judul puisi yang akan dibuat. Judul menjadi penting, agar anggota kelompok tetap pada kerangka atau koridor ketika menuliskan baris lanjutan puisi.

Kelima, memberikan kalimat pada baris pembuka. Kalimat pertama yang diberikan guru untuk masing-masing kelompok bisa sama atau berbeda tergantung judul yang telah ditentukan kelompok. Keenam, siswa bergilir membuat satu kalimat. Dari baris pembuka, setiap anggota kelompok menuliskan satu baris atau kalimat lanjutan. Kalimat lanjutan ini harus menyambung secara pas sehingga membentuk untaian puisi yang logis. Apabila kalimat pertama dibuat oleh anggota pertama, maka kalimat kedua menjadi tanggung jawab anggota kedua.

Kalimat ketiga menjadi tanggung jawab anggota yang ketiga, dan seterusnya sampai berapa putaran yang disepakati, sesuai banyaknya baris atau bait yang akan dibuat dalam satu judul puisi. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab pada bagiannya.

Baca juga:   Belajar Fisika Jarak Jauh dengan Media Animasi

Ketika anggota yang satu sedang menulis, anggota yang lain turut bertanggung jawab membantu kesempurnaan kalimat yang dihasilkan. Ketujuh, mengedit puisi. Langkah ini dilakukan setelah proses penulisan puisi berputar selesai. Kegiatan pengeditan ini dilakukan oleh seluruh anggota kelompok, dengan cara ketua kelompok membacakan satu persatu baris puisi, sedang anggota kelompok lain menyimak dan memperhatikan untaian kata yang dibacakan.

Jika ada kalimat atau kata yang kurang tepat secara sepakat anggota kelompok mencari dan menggantinya. Kedelapan, menyalin hasil tulisan puisi yang dibuat ke buku anggota kelompok. Kesembilan, membacakan di depan kelompok lain/di depan kelas.

Setelah menerapkan teknik write around dalam pembelajaran menulis puisi bebas, ternyata hasilnya sangat menggembirakan. Siswa menjadi senang dan bangkit motivasi belajarnya, dan hasil belajarnya pun meningkat secara signifikan. (pg2/lis)

Guru SDN 01 Werdi, Kec. Wonokerto, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya