Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Pendidik dan Peserta Didik

Oleh : Ely Uthfiyah, SAg

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Saat ini dunia sedang dikejutkan dengan adanya penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Maka kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Menteri Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronovirus Disease (Covid-19).

Masa pandemi memberi banyak perubahan kepada aspek kehidupan salah satunya bidang pendidikan. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus beradaptasi dengan virus korona. Sistem pendidikan di sekolah merupakan salah satu yang terkena dampak negatif dari meluasnya wabah korona. Kepala sekolah menjalankan aktivitas manajerialnya berupa pengambilan keputusan pendidikan, keteladanan, komunikasi, motivasi dan pemberian pengarahan kepada guru yang akan ikut menentukan masa depan siswa di sekolah.

Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah mengubah sistem pendidikan. Pada mulanya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di sekolah secara langsung tatap muka di kelas, harus berubah menjadi KBM secara tidak langsung melalui tatap muka atau pembelajaran dari rumah.

Baca juga:   Matematisasi Pengalaman Sehari-Hari Jadikan Siswa Tetap Aktif

Di sinilah guru di tuntut untuk dapat menyikapi secara cerdas dan bijaksana. Kreatifitas guru untuk melaksanakan pembelajaran secara on line atau setidaknya melalui media sosial seperti, membentuk grup WhatsApp, SMS, google classroom, zoom atau yang lainya benar-benar menjadi suatu kebutuhan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kepala sekolah untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan dalam situasi yang berbeda. Untuk itu kepala sekolah dan seluruh pihak yang terkait di lingkungan sekolah dituntut kreatif dengan model pembelajaran daring, luring atau menggunakan cara-cara yang sangat sederhana, sehingga tercipta siswa yang memiliki kemampuan.

Dalam kondisi seperti ini di perlukan perubahan, pertama perilaku para guru itu sendiri, yang kedua orang tua, mereka juga bisa mendampingi anak-anaknya. Masalahnya, sebagian besar orang tua dan masyarakatnya harus bekerja di luar kota. Ini yang membuat anak-anak merasa kesulitan dan juga sebagian besar anak terbebani. Dalam kondisi seperti ini kami selaku kepala MTs Salafiyah Slarang Kidul Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal mengajak para guru untuk berupaya dengan sungguh-sungguh agar kondisi seperti ini bisa disikapi dengan bijaksana. Jangan sampai melakukan pembelajaran yang membebani anak-anak didik bahkan guru itu sendiri. (pg2/lis)

Baca juga:   Aman saat Pertemuan Online

Kepala MTs. Salafiyah Slarang Kidul, Kec. Lebaksiu, Kabupaten Tegal

Author

Populer

Lainnya