Metode Mind Mappping Mudahkan Siswa Belajar Eksositem

Oleh : Yohan Arisanto S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAGI pendidik, pemilihan metode pembelajaran hendaknya dilakukan secara cermat agar tepat, relevan, efesien, dan menarik. Pasalnya, pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru membuat siswa menjadi pasif. Pembelajaran yang berlangsung di kelas guru menerapkan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Guru berusaha melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran dan merangsang keaktifan belajar siswa. Namun keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran tersebut hanya didominasi oleh sebagian siswa tertentu saja dan masih banyak siswa kurang berpartisipasi dalam proses pembelajaran tersebut. Selain itu, guru hanya menggunakan buku paket sebagai sumber belajarnya dan siswa hanya duduk mendengarkan penjelasan dari guru, mencatat, mengulang pembelajaran di rumah dan menghafal pada saat menghadapi ulangan. Sehingga siswa merasa jenuh dan menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran dan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa.

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan mind mapping. Mind mapping merupakan metode pembelajaran dengan cara meringkas bahan pembelajaran dengan memproyeksikan masalah yang dihadapi dengan bentuk peta atau grafik sehingga secara harfiah akan memetakan pikiran (Buzzan, 2012:4). Cara pembelajaran metode ini menggunakan gambar, simbol, yang warna dikombinasikan dengan tulisan pada cabang-cabangnya. Simbol, gambar, kata, dan warna menggambarkan gagasan yang saling berkaitan dengan topik utama di tengah dan sub topiknya berada pada cabang-cabang yang keluar dari topik utama. Oleh karena itu, catatan dalam bentuk mind mapping tersebut membantu siswa memahami materi secara utuh dan menyeluruh.

Baca juga:   ACT Mudahkan Siswa Merangkai Gagasan Menjadi Artikel

Salah satu kompetensi yang tergolong sulit dipahami siswa kelas V SDN 02 Tegalsari pada semester II adalah kompetensi mengenal ekosistem di lingkungan sekitar. Materi ini sulit diingat dan dipahami siswa, karena ekosistem memiliki banyak materi. Mind Mapping adalah metode yang sangat cocok untuk materi ekosistem. Karena di dalam materi tersebut menjelaskan bagian hidup dan tak hidup dalam sebuah lingkungan yang saling berinteraksi dan berketerkaitan satu sama lain.

Sebelum mengacu pada langkah-langkah pembuatan mind mapping yang perlu disiapkan awal adalah bahan-bahan membuat mind mapping, di antaranya selembar kertas kosong putih, (tidak bergaris-garis dengan ukuran minimal A4). Selanjutnya pena dan pensil warna (minimal tiga warna, dan jika memungkinkan pilih alat warna yang bervariasi tebal dan tipis). Adapun langkah dalam membuat mind mapping dimulai dari bagian tengah yang kosong. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral dan gunakan warna. Hubungkan cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Buatlah garis hubung yang melengkung. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Gunakan gambar yang sesuai pada setiap cabang untuk memperjelas kata kunci. Jika sudah selesai, siswa bisa maju untuk menjelaskan konsep peta pikirannya dengan bimbingan guru. Sedangkan siswa lain bisa menanggapi.

Baca juga:   Belajar Bahasa Inggris Asyik dengan Games dan Puzzle

Kelebihan metode mind mapping adalah proses pembelajarannya menyenangkan sehingga siswa termotivasi dalam belajar serta mempermudah siswa dalam mengingat dan memahami pelajaran. Sedangkan kekurangannya adalah siswa memerlukan banyak dana untuk membeli bermacam alat tulis agar gambar di dalam mind mapping tersebut menjadi menarik. Siswa juga banyak memerlukan waktu dan memerlukan banyak latihan dalam memilih simbol yang disukai. Dalam membuat mind mapping, guru harus memberikan dorongan agar siswa lebih berani, kreatif, dan aktif. Guru juga kelawalahan dalam memeriksa dikarenakan variasi mind mapping dan keterbatasan waktu. (pg2/ida)

Guru SDN 02 Tegalsari

Author

Populer

Lainnya