Mengembangkan Kemampuan Manajemen Waktu dengan Teknik Kontrak Perilaku

Oleh: Slamet Riyadi, S.Pd.SD., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan sesuatu yang memiliki tujuan yang sangat penting. Dalam skala nasional, tujuan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Serta mengembangkan potensi peserta didik sehingga peserta didik mampu mendapatkan hasil belajar yang maksimal.
Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal peserta didik memerlukan ketekunan dalam belajar, dan juga manajemen waktu yang baik karena pengaturan waktu adalah sesuatu yang di butuhkan untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Menurut Taylor (1990:9) manajemen waktu adalah pencapaian dari sasaran-sasaran utama untuk kehidupan sebagai hasil dari menyisihkan kegiatan-kegiatan tidak berarti yang sering kali justru memakan waktu. Manajemen waktu adalah sasaran yang dapat kita wujudkan khususnya bagi mereka yang memiliki motivasi.

Dengan kata lain, manajemen waktu menuntut agar mampu mengalokasikan waktu dan sumber daya (yang terbatas) untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

Seperti yang sudah dijelaskan, tujuan manajemen waktu untuk menyelesaikan dan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Bagi seorang peserta didik manajemen waktu adalah bagaimana menyelesaikan kegiatan dengan tepat, tidak membuang waktu dengan percuma, dan selalu fokus dengan apa yang sudah menjadi tujuan.

Indikator manajemen waktu yaitu mampu menyusun tujuan, mampu menyusun prioritas, mampu membuat jadwal, mampu meminimalisasi gangguan. Sedangkan menurut Haynes (2010) indikator manajemen waktu yang baik adalah membina tanggung jawab, prioritas, sasaran, menyingkirkan aktivitas yang tidak penting dan tidak tepat serta merencanakan dan menjadwalkan penggunaan waktu setiap minggu dan hari.
Kebanyakan dari para siswa mengeluhkan akan kurangnya waktu mereka dalam mengerjakan tugas. Kebingungan membagi waktu dalam belajar, kurangnya waktu untuk beristirahat dan yang paling sering dikeluhkan adalah kurangnya waktu mereka untuk bermain.

Baca juga:   Pemanfaatan Google Formulir dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Sementara fenomena di lapangan, manajemen waktu siswa tergolong masih rendah seperti yang penulis alami di kelas VI SD Negeri 01 Podosari Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Siswa belum sepenuhnya memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik seperti mengerjakan tugas yang berikan guru saat waktu mendesak akan dikumpulkan. Belajar kadang dipaksa oleh orang tua. Bangun tidur kesiangan, serta terlalu banyak menghabiskan waktu dengan alat komunikasi mereka.

Salah satu teknik pengembangan kemampuan manajemen waktu yaitu teknik kontrak perilaku. Dengan teknik kontrak perilaku, siswa diajak untuk belajar dengan komitmen yang mereka buat sendiri berkaitan dengan manajemen waktu. Di sini peran guru memberikan pemahaman kepada siswa bagaimana mengubah perilaku mereka yang kurang bermanfaat dan cenderung murugikan diri sendiri.
Mengubah perilaku tersebut dengan menggunakan kontrak perilaku, setiap siswa membuat kontrak perilaku yang di tujukan untuk dirinya sendiri. Beberapa contoh kontrak perilaku adalah siswa memasang perjanjian pada jam berapa dia akan berjanji untuk belajar, tulisan tersebut dibuat besar pada sebuah kertas yang bisa mereka variasi agar menarik tulisannya. Lalu ditempelkan pada kamar atau salah satu ruang yang ada di dalam rumah, sehingga akan menjadi pengingat dirinya sendiri.

Baca juga:   Fusion Project untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa

Kemudian mengisi tabel jam salat yang nantinya akan dicek oleh orang tua dan wali kelas di setiap minggunya. Pengisian tabel kegiatan harian dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi serta perjanjian kontrak perilaku yang lainnya.

Setelah ada pemahaman yang diberikan guru mengenai teknik kontrak perilaku, siswa Kelas VI SD Negeri 01 Podosari Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan menunjukkan perubahan. Mereka lebih menghargai waktu dengan mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat, lebih tepat waktu dalam mengerjakan tugas tugas. Dan ada peningkatan dalam beribadah serta peningkatan hasil belajar. (pg2/lis)

Guru Kelas VI SDN 01 Podosari, Kec. Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya