Lingkaran Milenium, Belajar Pecahan Jadi Mudah

Oleh : Novi Astriana, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Konsep pecahan dan operasinya merupakan konsep yang sangat penting untuk dikuasai sebagai bekal untuk mempelajari bahan matematika berikutnya dan bahan bukan matematika yang terkait. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa baik di sekolah dasar maupun sekolah menengah mengalami kesulitan memahami pecahan dan operasinya.

Dan banyak guru menyatakan mengalami kesulitan untuk mengajarkan pecahan. Demikian juga yang terjadi pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Rembul. Para guru cenderung menggunakan cara yang mekanistik, yaitu memberikan aturan secara langsung untuk dihafal, diingat, dan diterapkan. Perubahan cara mengajar tidak banyak dilakukan oleh para guru karena mungkin pengetahuan yang masih terbatas sehingga mereka selalu menggunakan cara yang sama dari waktu ke waktu.

Memang tidak mudah membawa para siswa mampu memahami konsep dan makna pecahan. Ini berarti bahwa pembelajaran pecahan memerlukan perhatian, kesungguhan, keseriusan, ketekunan dan kemampuan profesional. Mengingat secara alami tingkat berpikir yang dominan dapat meniadakan kesulitan para siswa, maka pembelajaran pecahan dapat menggunakan dan memanfaatkan benda-benda manipulatif dan keadaan realistik di sekitar kehidupan dan lingkungan siswa. Benda atau bahan manipulatif adalah bahan- bahan yang dapat dipegang, dipindah-pindah, dipasang, dibolak-balik, diatur atau ditata, dilipat atau dipotong, dan dapat dimain-mainkan oleh siswa.

Baca juga:   Pembelajaran Kreatif Matematika pada Masa Pandemi

Dengan benda-benda manipulatif tersebut diharapkan para siswa mempunyai pengalaman memanipulasi sendiri benda-benda itu untuk memahami konsep dan makna. Sehingga mereka akan lebih mendalami dan menghayati bahan matematis yang sedang mereka pelajari.

Lingkaran mileniuim adalah media yang mengandung unsur permainan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik tingkat dasar. Sesuai dengan namanya, media ini berupa lingkaran. Media ini dibuat dengan menyiapkan selembar kertas karton lalu memotongnya dengan bentuk lingkaran yang berdiameter seperti mangkuk atau piring. Kemudian ditempeli kertas beraneka warna untuk memudahkan siswa dalam menyusun potongan-potongan bagian lingkaran Beberapa lingkaran itu dibiarkan utuh, beberapa yang lain dipotong menjadi setengah lingkaran, seperempat dan lain-lain (Agus, 2013: 1).
Adapun cara membuat lingkaran milenium, yakni menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti, kertas karton, kertas beraneka warna, perekat/double tape, gunting, penggaris, jangka, busur dan pensil.

Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu membuat lingkaran pada kertas karton dan kertas warna dengan diameter 7cm atau sesuai yang diinginkan. Selanjutnya memotong gambar yang telah dibuat, menempelkan potongan kertas warna pada potongan kertas karton.

Baca juga:   Metode Drill Tingkatkan Hasil Belajar Shooting Bola Basket

Setelah itu, membuat garis bagi pada lingkaran sesuai jumlah bagian yang diinginkan. Kemudian memotong gambar yang telah dibuat sehingga menjadi potongan bagian yang diinginkan. Hal yang sama dilakukan hingga diperoleh satu bagian utuh.

Setiap lingkaran yang mewakili bilangan pecahan dibuat dengan berbagai warna sehingga memudahkan siswa dalam menyusun potongan-potongan menjadi lingkaran yang utuh. Media ini memiliki kelebihan, yakni memudahkan siswa dalam memahami bilangan pecahan, memudahkan siswa membandingkan dua bilangan pecahan tanpa menghitung. Dapat digunakan untuk materi penjumlahan maupun pengurangan bilangan pecahan. Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, dapat membuat pengalaman belajar lebih bermakna. Menumbuhkan keaktifan siswa dalam belajar.
Selain itu juga terdapat beberapa kelemahan, yakni, masih belum bisa digunakan pada operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan, masih belum dikreasikan dengan berbagai gambar yang dapat memacu pembelajaran secara kontekstual. (pg2/lis)

Guru SDN 01 Rembul, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya