Tingkatkan Kemampuan Motorik dan Psikomotorik Siswa dengan Ular Tangga

Oleh : Sahrul, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses pendidikan dan pembelajaran pada anak hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata. Hanya pengalaman nyatalah yang memungkinkan anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu secara optimal. Dan menempatkan posisi pendidik sebagai pendamping, pembimbing serta fasilitator bagi anak. Melalui proses pendidikan dengan permainan diharapkan dapat menghindari bentuk pembelajaran yang hanya berorientasi pada kehendak guru yang menempatkan anak secara pasif dan guru menjadi dominan. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran, namun yang terpenting cara belajar yang terstruktur dan baik. Dengan pendidikan yang baik, masa depan anak akan lebih terencana dan terjamin.

Penulis menerapkan metode yang disesuaikan dengan karakter anak yang menyukai permainan. Yaitu permainan ular tangga yang merupakan salah satu alternatif permainan tepat untuk diterapkan pada anak usia dini khususnya pada kelompok A.

Permainan ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak karena pada papan permainan ini menggunakan angka 1 sampai 10, sehingga anak dapat belajar mengenal angka dan berhitung selama proses bermain. Sehingga secara tidak langsung kemampuan anak juga berkembang melalui permainan. Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga, setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan. Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak.

Baca juga:   Indahnya Berbagi dalam Pecahan

Gambar papan ular tangga disesuaikan dengan materi, misalnya gambar bayi, remaja, manusia dewasa, dan lain sebagainnya. Cara memainkan ular tangga : pertama, pahami tujuan dari permainan ini. Tujuan dari permainan ini adalah menjadi pemain pertama yang mencapai petak atau kotak terakhir dengan bergerak dari satu petak ke petak lain hingga mencapai petak terakhir.

Kedua, tentukan siapa yang bermain lebih dulu. Setiap pemain harus mengocok dadu untuk melihat siapa pemain yang mendapatkan angka paling tinggi. Siapa pun yang mendapatkan angka tertinggi akan menjadi pemain pertama. Setelah pemain pertama mendapatkan gilirannya, pemain yang duduk di sebelah kirinya akan mendapatkan giliran bermain. Urutan giliran pemain bergerak dari kiri ke kanan.
Ketiga, kocoklah dadu dan bergeraklah. Untuk mengambil giliran, kocok dadu lagi dan lihatlah angka yang Anda dapatkan. Ambil pion atau bidak dan majulah beberapa petak sesuai dengan angka yang muncul di dadu. Keempat, naiklah melalui tangga. Tangga-tangga yang ada di papan permainan memungkinkan Anda untuk naik ke baris petak yang lebih tinggi dan lebih cepat mencapai petak akhir. Kelima, turunlah saat Anda berhenti di petak ular atau parasut.

Baca juga:   Supervisi Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru secara Profesional

Beberapa versi permainan ini menggunakan ular, sementara versi-versi yang lain menggunakan parasut. Keenam, ambil giliran tambahan jika Anda mendapatkan angka 6. Jika Anda mengocok dadu dan mendapatkan angka 6, Anda mendapatkan giliran tambahan7. Untuk memenangkan permainan, berhentilah tepat di petak terakhir. Pemain pertama yang mencapai petak terakhir (petak paling ujung di baris tertinggi) memenangkan permainan.

Model pembelajaran permainan ini diterapkan pada anak usia rendah, dapat menekankan siswa mengembangkan kemampuan motorik/gerak dan psikomotorik/daya pikir. Terbukti peserta didik SDN 01 Sastrodirjan kelas III semakin bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. (ce3/lis)

Guru Kelas III SDN 01 Sastrodirjan, Kec. Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya