Pembelajaran Agribisnis Pakan Ternak dengan Eksperimen

Oleh: Naroso, S.Pt. M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu komponen pendidikan yang penting, sebab di dalamnya melibatkan guru dan siswa. Guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Guru dalam pembelajaran menggunakan metode, pendekatan dan teknik mengajar yang berbeda-beda sesuai dengan kompetensi dan kondisi lingkungan yang ada. Guru dan siswa merupakan komponen yang berpengaruh dalam proses pembelajaran.

Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, diperlukan metode pembelajaran yang tepat. Pencapaian hasil belajar yang maksimal akan tercapai jika guru terlibat dan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Guru juga harus mempuyai kemampuan yang mendukung terhadap pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki guru dalam proses pembelajaran adalah keterampilan guru dalam menyajikan pembelajaran dengan menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Strategi dan metode tersebut, selain dapat mengembangkan kompetensi diri siswa juga diharapkan dapat menciptakan interaksi siswa dalam belajar. Siswa sebaiknya dituntut aktif dan partisipatif dalam pembelajaran, sehingga dengan keaktifan siswa tersebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa yang selama ini dirasa kurang berkembang dalam proses pembelajaran. Prinsip dari meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam proses pembelajaran ini diharapkan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan ide atau pendapat pada saat pembelajaran, tujuannya adalah untuk membiasakan siswa berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan kelompok ataupun pertanyaan dari guru.

Baca juga:   Media Lagu Mudahkan Siswa Pahami Sila Pancasila

Namun seperti yang dialami oleh penulis di kelas XI ATR2 SMKN 1 Pakis Aji Jepara, pada pembelajaran agribisnis pakan ternak ruminansia, terlihat bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Selain itu aktivitas yang dilakukan guru selama kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher center), pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga terkesan membosankan. Kurangnya kreativitas seorang guru dalam penerapan metode pembelajaran, berakibat siswa merasa jenuh atau bosan. Berdasarkan masalah tersebut perlu diadakan antisipasi dengan cara mencari alternatif pemecahannya yang dapat membantu guru dan siswa untuk melakukan perubahan dan perbaikan dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Jika hal ini dibiarkan maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dan hasil belajar akan semakin rendah. Memperhatikan kondisi tersebut penulis menerapkan pembelajaran aktif metode “EKSPERIMEN” pada pembelajaran agribisnis pakan ternak ruminansia.

Metode eksperimen merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pembelajaran di mana siswa diminta untuk melakukan kegiatan eksperimen. Kegiatan eksperimen ini mengajak siswa untuk mengalami dan membuktikan sendiri tentang sesuatu hal yang telah dipelajari. Dalam proses pembelajaran yang menerapkan teknik eksperimen ini, siswa diminta untuk mengalami atau melakukan sendiri suatu kegiatan, siswa juga diminta untuk mengikuti suatu proses, mengamati objek maupun keadaan atau proses tersebut. Siswa akan memperoleh pengalaman belajar untuk mengatasi masalah dengan menggunakan pendekatan penyelesaian masalah melalui kegiatan eksperimen

Baca juga:   Belajar Bioteknologi Melatih Siswa Berwirausaha

Penulis menggunakan metode eksperimen di SMK Negeri 1 Pakis Aji Jepara, hal itu disebabkan karena metode eksperimen ini: Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Siswa dapat secara langsung, mengalami sendiri suatu kejadian maupun proses. Memperkaya pengalaman siswa berkaitan dengan hal – hal yang bersifat objektif dan realistis. Siswa dapat terhindar dari sifat verbalisme. Mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir secara ilmiah. Hasil belajar yang diperoleh dari penerapan motode eksperimen, akan terjadi dalam bentuk referensi dan internalisasi. Dengan demikian diharapkan metode eksperimen ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan. (pg1/zal)

Guru SMKN 1 Pakis Aji Jepara

Author

Populer

Lainnya