Menanamkam Karakter Mandiri melalui Metode Praktik pada Prakarya

Oleh : Rumiyati, SPd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Dalam pembelajaran prakarya peserta didik dituntut paham materi secara konsep dan prosedural atau praktik, dalam pembelajaran prakarya juga menanamkan karakter peserta didik diantaranya adalah karakter mandiri sebagaimana yang kami lakukan di SMPN 1 Kesesi pada pembelajaran prakarya kelas IX semester gasal khususnya pada aspek pengolahan KD 3.4 Membuat bahan pangan setengah jadi dari hasil Peternakan (daging,telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) menjadi produk pangan jadi (siap konsumsi) serta menyajikan atau melakukan pengemasan.

Menurut Poerwadarminta (2007; 221) mandiri adalah tidak tergantung pada orang lain sedangkan kemandirian adalah keadaan atau kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-hari sesuai dengan tahapan perkembangan. Jadi karakter mandiri adalah suatu kemampuan seseorang untuk tidak bergantung pada oang lain.

Metode praktik menurut Sudjana (005; 157-158) adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan tujuan melatih serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh untuk di lakukan di kehidupan nyata atau lapangan pekerjaan, atau tugas yang sebenarnya. Metode pembelajaran praktik atau demonstrasi terdiri dari enam tahapan yaitu 1) penyampaian tujuan, 2) penjelasan materi praktik, 3) pendemonstrasian cara kerja, 4) latihan praktik, 5) latihan pengalihan. Itu adalah lima tahapan yang harus dilalui dalam metode pembelajaran praktik.

Baca juga:   Pembelajaran Matematika Aritmatika Sosial dengan Anchored Instruction

Adapun implementasi metode praktik dalam pemelajaran prakarya pada KD 3.4 Membuat bahan pangan setengah jadi dari hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) menjadi produk pangan jadi (siap konsumsi) serta menyajikan atau melakukan pengemasan adalah sebagai berikut; 1) Penyampaian tujuan, yaitu guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai dalam proses belajar praktik, dan tujuan dirumuskan seoperasional mungkin. 2) Penjelasan materi praktik, dalam hal ini guru menjelaskan materi tentang membuat bahan pangan setengah jadi dari hasil peternakan dan dalam kesempatan ini akan menjelaskan cara membuat nuget ayam. Dalam menjelaskan materi praktik ini guru mengkolaborasi metode praktik dengan metode ceramah agar materi dapat lebih mudah di pahami oleh peserta didik bagaimana langkah-langkah atau proses membuat nuget ayam. 3) tahap berikutnya adalah pendemonstrasian, pada tahap ini adalah tahap dimana kita memperagakan kepada peserta didik cara kerja atau langkah-langkah cara memuat nuget ayam secara detail dengan cara diperagaan secara langsung. 4) latihan praktik, pada tahap ini peserta didik melakukan latihan dengan tugas yang diberikan dan dikerjakan secara mandiri. Tugas ini diberikan dengan tujuan untuk mengembangkan dan memdemonstrasikan ketrampilan. Pada tahap ini peerta didik diajak untuk secara mandiri terlibat secara langsung. 5) latihan pengalihan, pada tahap ini adalah tahap penting dilaksanakan agar apa yang sudah dipelajari oleh peserta didik dapat digunakan dalam kehidupannya.

Baca juga:   Peran Guru BK dan Orang Tua dalam Menangani Kenakalan Remaja

Peserta didik harus dapat mengikuti dan mengerjakan atau mempraktikan secara mandiri tidak bergantung kepada siapapun. Hal ini tanpa disadari akan menanamkan kemandirian pada peserta didik,dan rasa atau karakter mandiri ini akan menjadi bekal yang penting bagi kehidupannya kelak setelah berada di lingkungan masyarakat. (ti2/ton)

Guru SMPN 1 Kesesi Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya