Belajar BRSL Materi Esensial melalui Picture and Picture

Oleh : Purwiyati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN matematika di SMP kelas IX terutama materi Bangun Ruang Sisi Lengkung (BRSL) merupakan materi esensial. Ini banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya masih banyak siswa di SMP Negeri 1 Bandungan yang masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan BRSL. Apalagi di masa pandemi, siswa hanya belajar dari rumah. Begitu pula sebagian besar siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga menghambat tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

Rendahnya kemampuan siswa pada materi BRSL akan berdampak pada nilai ulangan harian, PTS maupun PAS. Siswa juga kurang percaya diri dalam melaksanakan proses pembelajaran materi selanjutnya. Apabila keadaan ini terus menerus dibiarkan, berdampak pada kualitas pembelajaran yang akhirnya hasil belajar siswa menjadi rendah.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Salah satu upaya guru dalam meningkatkan kemampuan siswa pada materi BRSL dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture.

Menurut Suprijono (2009:129), model pembelajaram picture and picture adalah suatu model yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi bentuk dan urutan yang logis. Melalui cara seperti ini diharapkan siswa mampu berpikir logis sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran, sehingga sebelum proses pembelajaran guru menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau carta dalam ukuran besar, atau bisa menggunakan power point atau software yang lain.

Baca juga:   Pembelajaran Sifat Pertukaran pada Penjumlahan melalui Game Petualangan

Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Model apapun yang digunakan selalu menekankan aktifnya siswa dalam setiap proses pembelajaran. Inovatif, setiap pembelajaran harus memberikan sesuatu yang baru, berbeda dan selalu menarik minat siswa. Kreatif, setiap pembelajarannya harus menimbulkan minat kepada siswa untuk menghasilkan sesuatu atau dapat menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan metode, teknik atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh dari proses pembelajaran yang menyenangkan.

Langkah-langkah pembelajaran picture and picture sebagai berikut, pertama, guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi. Kedua, guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Ketiga, guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Keempat, dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kelebihan model pembelajaran picture and picture adalah materi yang diajarkan lebih terarah, siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari, dapat meningkatkan daya nalar atau daya pikir siswa, karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada, dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, dan pembelajaran akan lebih berkesan. Adapun kelemahan pembelajaran picture and picture antara lain sulit menemukan gambar-gambar yang bagus dan berkualitas sesuai dengan materi pelajaran. Akan tetapi, kelemahan tersebut dapat diatasi dengan ide-ide kreatif dan keterampilan yang dipunyai oleh guru.

Baca juga:   Ragam Hias dengan Teknik Sulaman Pita pada Botol Plastik

Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model picture and picture dengan melalui gambar-gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung dan keaktifan dalam proses pembelajaran serta mampu berpikir logis sehingga pembelajaran menjadi bermakna. (pg1/ida)

Guru Matematika SMPN 1 Bandungan, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya