Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19

Oleh : Mariam Zulfa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat aktivitas tidak bisa berjalan normal atau bahkan terhenti, termasuk di sekolah. Hal itu terjadi di SD Palbapang Baru, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk melawan Covid-19 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang sekolah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka dan memerintahkan pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh atau daring (Surat Edaran Kemdikbud Dikti No. 1 tahun 2020).

Menurut Moore, Dickson-Deane, & Galyen (2011) pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesbilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Pada tataran pelaksanaannya pembelajaran daring memerlukan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti smartphone atau telepon android, laptop, komputer dan jaringan internet yang bagus.

Sekolah-sekolah melakukan berbagai inovasi berbagai pembelajaran daring. Meski terlihat menyenangkan, pembelajaran jarak jauh atau daring bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak kendala yang dihadapi seperti soal kuota, minimnya penjelasan materi tugas, gaptek hingga kurang fokus anak dalam menyelesaikan tugas. Orang tua memiliki beban besar karena semua tugas harus mendampingi tidak bisa dilepas sendiri. Anak belum memiliki rasa tanggung jawab dan santai-santai seolah tidak ada beban tugas.

Guru dan orang tua murid juga intens melakukan komunikasi apakah ada kendala dalam pembelajaran maupun materi. Beda sekolah juga beda dalam penerapan pembelajaran daring. Seperti Supriyanti orang tua murid, mengatakan sampai saat ini pembelajaran daring masih bisa diikuti karena sekolah anaknya di SD Palbapang Baru Bantul memberi tugas lewat grup WA dan mengumpulkannya di sekolah.
Untuk efektivitas pembelajaran, orang tua murid siswa kelas 2 SD Palbapang Bantul menyampaikan kepada guru kelas jika pembelajaran daring kurang efektif. Karena yang ditakutkan materi tugas bisa jadi dikerjakan orang tuanya. Meskipun anak mengirimkan foto saat anak mengerjakan lewat WA.

Baca juga:   Pendekatan Inkuiri Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Lain halnya di sekolah swasta atau negeri di kota madya yang kebanyakan pembelajaran daring menggunakan aplikasi zoom/google classroom setiap harinya. Mereka wajib absen dan kurang lebih 30 menit sampai 1 jam mendengarkan guru memaparkan pelajaran hingga diberikan tugas. Anak di kota memiliki fasilitas yang tersedia di rumah untuk belajar online. Mereka terbiasa menggunakan laptop jadi saat zoom atau google meet mereka sudah bisa menyesuaikan. Pembelajaran lewat zoom masih bisa memahami apa yang disampaikan gurunya. Namun anak lama-lama bosan jika harus berlama-lama menghadap laptop.

Beberapa tips agar belajar daring di rumah berjalan dengan lancar. Sebagai orang tua harus lebih sabar, memahami karakter anak harus lebih sabar, sering komunikasi dengan guru. Bertanya bagaimana perkembangan anak saat daring. Guru harus lebih bersabar menghadapi keluh kesah orang tua dan siswa. Komunikasi lewat WA berbeda dengan saat kita bertatap muka.

Menurut orang tua yang disampaikan kepada guru, anak-anak lebih patuh terhadap guru daripada orang tua, saat dengan orang tua mereka cenderung kurang memperhatikan. Meski begitu, anak-anak lama kelamaan akan memahami bagaimana metode belajar daring dengan benar karena situasi dan keadaan yang harus dijalani.

Baca juga:   Penugasan Proyek Tingkatkan Keterampilan Siswa Belajar IPA

Ketakutan guru dan orang tua dengan terlalu seringnya anak berada di rumah, ditambah minimnya kegiatan belajar mengajar yang maksimal, justru malah membuat mereka lebih tidak bisa terkontrol. Itupun kalau ini berkepanjangan, maka diprediksi efeknya akan berimbas pada mutu pendidikan. Anak-anak ada yang kehilangan mood, gairah belajar. Kurang empati karena kurangnya bersosialisasi dengan teman sebaya. Kebiasaan yang kurang baik, misalnya bermain gadget dan tidak keluar rumah untuk bermain.

Harapan guru setelah berakhirnya wabah Covid-19, dapat melaksanakan pembelajaran dengan normal dengan tatap muka di sekolah bersama anak-anak. Dengan demikian anak-anak tidak jenuh dan lebih bersemangat dalam belajar. (kb4/lis)

Guru SD Palbapang Baru, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, DIY

Author

Populer

Lainnya