Orang Tua Harus Berikan Pendampingan dan Tauladan selama PJJ

Oleh : Tarmuji S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEBANYAKAN masalah serta keburukan yang ditimbulkan dari perilaku anak merupakan buah dari kelalaian orang tua. Hal ini dapat bersumber dari kurangnya perhatian yang diberikan orang tua kepada anak, atau kurangnya pendidikan. Contoh yang buruk dari orang tua, terlalu memanjakan anak, yang mengakibatkan anak tumbuh dengan pribadi serta sikap yang buruk dan tercela. Dalam ilmu psikologi, anak diibaratkan kertas putih yang masih kosong dan tergantung pada orang tuanya akan menuliskan apa padanya. Maka Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa semua anak itu dilahirkan dalam keadaan Islam (fitrah), lurus dan suci. Namun orang tuanyalah yang membuat anak itu tumbuh menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Anak merupakan amanah dan titipan terbesar yang Allah berikan kepada tiap orang tua di dunia.

QS At Tahrim 66:6 menyatakan bahwa Allah SWT memerintahkan agar orang yang beriman menjauhkan dirinya dan keluarganya, yakni istri dan anaknya, dari api neraka, dengan tidak durhaka kepada Allah dan selalu mengerjakan perintah-Nya.

Peranan orang tua sangat mempengaruhi proses belajar anak dalam memberikan pendidikan di rumah di saat pandemi Covid-19 ini. Orang tua harus mau berkolaborasi dengan sekolah menjadi pendamping anak saat belajar dari rumah. Orang tua menjadi guru utama saat pandemi. Orang tua harus memulai dengan pembiasaan baru dan beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Orang tua yang sebelumnya gagap teknologi (gaptek), sekarang harus menyesuaikan belajar untuk mendampingi anak melakukan PJJ. Mulai membiasakan diri dengan youtube, google meet, zoom, dan lainnya.

Baca juga:   Pemanfaatan IT dan Pembuatan Video Pembelajaran Beranimasi Tingkatkan Kompetensi Guru SD

Ibu adalah sosok yang memiliki peran penting dalam keluarga. Selain ayah sebagai kepala rumah tangga, ibu peneguh pondasi pendidikan anak dalam keluarga. Tangan lembut dan kasih sayangnya tak hanya mampu merawat dan membesarkan, namun mampu mengantarkan buah hati terkasih ke gerbang kesuksesan.

Ibu memiliki tanggung jawab terhadap anaknya sejak dini. Mulai sejak masa kehamilan, kelahiran, pengasuhan, dan penyusuan. Hal ini merupakan aktivitas ibu yang utama dan mulia. Karena itulah, seorang ibu harus memiliki segudang ilmu dan pengetahuan yang luas guna mengolah dan menghadapi persoalan–persoalan buah hati dan rumah tangganya. Tentunya membutuhkan komitmen yang tinggi dan kerjasama dengan ayah sebagai kepala rumah tangga.

Ibu adalah orang terdekat pertama bagi anak. Seorang anak sudah memiliki keterkaitan secara fisik dan psikis dengan ibunya sejak dalam kandungan serta aktivitas kesehariannya di rumah. Sesuai dengan pepatah dalam bahasa Arab, pada dasarnya ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya “Al-Ummu Madrasah Al-Ula.” Ibulah sosok pertama yang menanamkan norma-norma kebaikan sekaligus menjadi teladan dalam bersikap. Ibu merupakan figur yang akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, ibu harus bisa memberikan kasih sayang dan contoh positif kepada anak-anaknya dengan menunjukkan akhlak mulia. Ini akan menjadi perisai bagi anaknya dalam mengarungi kehidupan.

Baca juga:   Melalui Aplikasi Google Classroom Belajar Daring Jadi Mudah

Sebagai guru dan sekaligus orang tua, sudah sepantasnya untuk selalu menanamkan sifat kebaikan dan kerja keras kepada anak-anak sehingga dapat menjunjung tinggi semangat belajar dan kerja keras walaupun pandemi seperti sekarang ini. (ti1/ida)

Guru SDN 02 Tegalsuruh, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya