Konsep Pembelajaran Matematika SD yang Tepat di Tengah Pandemi

Oleh : Riani Dwi Sulistyaningrum, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masyarakat masih merasakan imbas pandemi Covid-19 di beberapa sektor. Dari ekonomi sosial budaya sampai pendidikan. Selama ini pembelajaran berlangsung dalam jaringan (daring) dari rumah. Siswa sudah bosan dan merasa terbelenggu guru juga mulai jenuh. Namun guru juga harus tetap memberikan ilmu kepada siswa, meski lewat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Kini guru dituntut mengembangkan inovasi dan kreativitas agar siswa tidak cepat bosan dan lelah dalam pembelajaran daring. Penulis sebagai guru kelas 5 pada SD Negeri 01 Randudongkal Kecamatan Randudongkal – Pemalang, di waktu memberikan pembelajaran Matematika dalam KD Menjelaskan Perbandingan dua besaran yang berbeda, berusaha memilih PJJ yang bersifat efektif, efisien dan mudah diakses siswa. Pembelajaran menggunakan antara lain aplikasi grup Whatsapp, Google Form dan blog.

Hermawan (2009), menyatakan penggunaan media sosial Whatsapp dapat menciptakan forum antarindividu dapat berkomunikasi dan bertukar pikiran. Grup Whatsapp untuk menghubungi siswa dan wali murid terutama yang berkait dengan pembelajaran Matematika dan pemberian informasi, tugas dari guru dan informasi sekolah, sehingga lebih cepat mereka terima. Jadi PJJ berjalan lancar karena ada sinergi antara siswa, guru, wali kelas dan wali murid.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Worked Example Pairs

Google form adalah bagian dari Google Doc, aplikasi rintisan untuk membuat, mengedit dan menyimpan dokumen. Formulir dalam Google Form secara otomatis tersimpan di Google Drive dan mudah dibagikan kepada siapa saja. Guru Matematika dalam hal ini penulis yang mengajar Matematika di SD Negeri 01 Randudongkal kecamatan Randudongkal – Pemalang dalam menjelaskan perbandingan dua besaran yang berbeda, tidak perlu membuat soal evaluasi dalam beberapa paket, karena Google secara otomatis mengacak urutan soal dan opsi jawaban untuk soal pilihan ganda dan isian singkat. Google Form dapat mengoreksi jawaban siswa secara otomatis dan siswa dapat mengetahui nilai hasil evaluasi pembelajaran Matematika setelah selesai mengerjakannya.

Penulis sebagai guru kelas 5 di SD Negeri 01 Randudongkal – Pemalang memakai aplikasi Google Form untuk dua hal. Pertama, membuat presensi siswa, siswa dapat langsung membuat link wali kelas, kemudian mengisi link itu setiap hari, kecuali hari libur. Kedua, membuat materi pembelajaran Matematika dalam KD Menjelaskan perbandingan dua besaran yang berbeda dan tugas dapat memasukan video materi pembelajaran, ringkasan materi pembelajaran, Power Point, latihan soal dan ulangan harian.

Baca juga:   Media Video Dokumenter Tingkatkan Pemahaman Konsep Kewargaan Digital

Guru dan siswa dapat memanfaatkan blog, salah satu layanan aplikasi internal, sebagai sumber belajar tidak terbatas. Guru Matematika dapat mengunggah semua informasi yang berkait dengan materi pembelajaran dengan menambahkan multimedia (gambar, animasi, efek suara, dan video) agar menarik dal lebih mudah dipelajari oleh siswa untuk menunjang pendidikan, sebaiknya membuat blog yang bermutu dan menarik agar siswa memperoleh informasi yang bermanfaat. SD Negeri 01 Randudongkal Pemalang, menggunakan blog hanya untuk membagi materi dan soal kepada siswa selama pembelajaran dan ulangan baik harian maupun tes bersama (PAS).

Dengan berbagai kelebihan Google Form dan blog, fitur itu sangat membantu guru dan siswa tetap berhubung, walau tidak bertemu secara langsung. Guru dapat membuat materi dan siswa dapat mengakses melalui Gawai masing-masing di mana saja dan kapan saja. (pg1/ton)

Guru Kelas SD Negeri 01 Randudongkal, Kec. Randudongkal, Pemalang

Author

Populer

Lainnya