Metodologi Pembelajaran Agama Islam di Masa Pandemi

Oleh : Edi Supardi, S.Pd.I.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat seluruh tatanan dunia pendidikan didunia mengalami perubahan, termasuk tatanan pendidikan di Indonesia. Muncul sebuah permasalahan baru didunia pendidikan. Kurikulum pendidikan juga mengalami perubahan.

Bagaimana agar pembelajaran agama Islam di masa pandemi tidak membosankan bagi siswa? Disinilah peran guru sangat penting, agar sebuah pembelajaran berhasil mencapai indikator dari tujuan pembelajaran. Cara agar pembelajaran pendidikan agama Islam tidak membosankan adalah :

Pertama, guru harus pandai memilih metode pembelajaran yang tepat, karena pembelajaran dimasa pandemi ini memang berbeda. Ketepatan memilih metodologi pembelajaran akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai KD yang diharapkan dari tujuan pembelajaran.

Kedua, ketersedian jaringan internet yang bisa menjangkau ke seluruh wilayah domisili siswa, karena demografi pengunungan yang sulit untuk melakukan pembelajaran daring. Di masa ini guru harus menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.

Ketiga, harus ada perhatian kusus dari orang tua siswa. Pada masa ini pembelajaran dilakukan secara daring, yang pada akhirnya keberhasilan pembelajaran di masa pandemi ini akan berhasil, jika terjadi kerjasama yang baik antara guru dan orang tua siswa.

Baca juga:   Melalui Contextual Teaching dan Learning PABP Lebih Bermakna

Belajar adalah bagaimana cara guru mengembangkan dan menciptakan serta mengatur situasi yang memungkinkan siswa melakukan proses belajar sehingga dapat merubah tingkah laku dalam proses pengajaran (Nana Sudjana 1987 : 29).

Dalam kegiatan pembelajaran PABP tentang salat dikelas VI SDN 02 Doro diawali dengan menyapa dan memberikan salam terhadap siswa di group WhatsApp kelas. Dilanjutkan dengan memberikan motivasi terhadap peserta didik agar siswa terangsang untuk mengikuti kegiatan pembelajaran jarah jauh ini. Setelah guru memberikan motivasi terhadap siswa, guru memberikan materi pembelajaran tentang salat dengan mengirimkan video pembelajaran tentang salat di group kelas. Setelah peserta didik menonton video yang di share guru, kemudian guru mengajukan beberapa pertanyaan terhadap siswa. Apa pengertian salat, berapa jumlah rakaat salat, bacaan apa yang di baca ketika salat. Setelah terjadi interaksi antara guru dan siswa mengenai materi pembelajaran guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat video salat yang dilakukan siswa yang didokumentasikan oleh orang tua. Video tentang pelaksanaan salat yang di dokumentasikan oleh orang tua siswa dikirim ke guru.

Baca juga:   Menulis Teks Cerita Inspiratif dengan Batiks

Ketercapaian KD dalam pembelajaran dapat dicapai jika guru melakukan langkah-langkah sebagai berikut : Pertama, guru memilih metodologi pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai kompetensi dasar. Tingkat ketercapaian ini tergantung ketepatan dalam memilih sebuah metode. Kedua, guru harus mampu memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran ini. Motivasi yang diberikan kepada siswa dengan memberikan reward sehingga anak akan termotivasi dalam belajar secara berkesinambungan. Ketiga, guru harus mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan serta menumbuhkan tingkat kreatifitas siswa di dalam mengikuti pembelajaran. Keempat, guru mampu memvariasikan metode pembelajaran dan mampu menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan kekinian.

Dengan pemilihan metode yang tepat untuk pembelajaran dapat meningkatkan semangat belajar siswa, serta ketercapaian Kompetensi dasar yang menjadi tujuan pembelajaran dan mengurangi tingkat kejenuhan siswa dalam pembelajaran jarak jauh ini dan meningkatnya penguasaan materi pada siswa di SDN 02 Doro Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. (ce3/ton)

Guru SDN 02 Doro Kab Pekalongan

Author

Populer

Lainnya