Bowling Campus Tingkatkan Hasil Belajar Kognitif

Oleh : Amrih Lestari, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, UNTUK mengetahui efektifitas sebuah proses pembelajaran, perlu adanya evaluasi terhadap ketercapaiannya, evaluasi dimaksud tidak sekedar pengukuran ketercapaian siswa dalam mengikuti pembelajaran, tetapi juga evaluasi pendidik atau guru perlu dilakukan melaluirefleksi bersama antara guru dan siswadengan dukungan data-data pendukung Menurut Miarso dalam Uno dan Mohamad (2012; 173-174) bahwa pembelajran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat menghasilkan belajar yang bermanfaat dan terfokus pada siswa melalui penggunaan prosedur yang tepat.

Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa pembelajaran mempunyai dua hal penting yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dan kegiatan yang dilakukan guru untuk memfasilitasi siswanya selama proses pembelajaran berlangsung. Setiap pembelajaran pasti mempunyai kendala, baik itu dari sisi karakter dan kesukaan siswa terhadap sebuah materi pelajaran, perbedaan tersebut menjadi penyebab pertama. Ada siswa yang sangat senang pelajaran matematika dan ada juga yang tidak. Ada siswa yang tidak senang belajar IPS dan lain sebagainya. Pada KD “Pahlawanku” kelas IV SDN 02 Yosorejo Kecamatan Siwalan, rata-rata nilai yang dicapai rendah. Peran guru sebagai mediator, katalisator, motivator sangat penting. Oleh karena itu guru bisa saja menjadi penyebab siswa malas belajar.

Baca juga:   Memahami Teks Eksplanasi dengan Model Pendekatan TPACK

Kemudian penulis menerapkan suatu metode belajar Bowling Campus. Metode ini merupakan model pembelajaran untuk mengevaluasi siswa terhadap penguasaan materi yang disampaikan. Model ini juga dapat member penguatan, penjelasan, dan ikhtisar poin-poin penting dari materi pelajaran. Siswa bekerja dalam tim dan bersaing untuk mengumpulkan poin tertinggi melalui permainan. Setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk berperan aktif dalam menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Langkah-langkah pemeblajaran : Pertama, Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan apersepsi. Kedua, Siswa membentuk kelompok yang terderi dari 3 atau 4 orang. Ketiga, Setiap kelompok memilih nama kelompoknya dan setiap siswa diberi sebuah kartu indeks (kartu bicara). Keempat, Siswa yang hendak menjawab pertanyaan harus mengacungkan kartu terlebih dahulu dan anggota tim boleh membantu untuk menjawab. Kelima, Pelaksanaan kegiatannya sama dengan permainan lempar koin. Keenam, Guru menjelaskan aturan pelaksanaanya antara lain : setiap siswa yang akan menjawab sebuah pertannyaan harus mengacungkan kartu. Siswa boleh mengacungkan kartu sebelum pertannyaan selesai diajukan (jika sudah tahu jawabannya). Tim memberikan penilaian satu poin untuk setiap jawaban yang benar. Apabila seorang siswa memberikan jawaban yang salah, maka jawaban bis adiambil alih oleh tim lainnya. Ketujuh, Setelah selesai semua pertanyaan secara bersama-sama menjumlahkan perolehan skor dan emngumumkan pemenangnya. Kedelapan, Guru mengklarifikasi dan mengevaluasi hasil permainan.

Baca juga:   Peer Coaching Tingkatkan Guru dalam Mengelola Remedial

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran model ceramah dengan model bowling campus terdapat perbedaan signifikan. Yaitu antara tingkat penguasaan materi khususnya mata pelajaran IPS, dengan metode bowling campus dapat memotivasi siswa untuk memupuk keberanian dalam mengungkapkan pendapatnya sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar. (ce3/zal)

Guru SDN 02 Yosorejo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya