Praktik Studysaster melalui English Poem

Oleh: Heni Riyani, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Melalui kegiatan belajar secara daring peserta didik sudah berkontribusi dalam menekan penyebaran Covid-19. Para guru yang mengajar dari rumah bisa mengintegrasikan pendidikan tentang bencana kesehatan dalam pembelajaran melalui studysaster.

Istilah studysaster diambil dari dua suku kata yaitu “study” yang artinya belajar dan “disaster” yang berarti bencana. Studysaster adalah model pembelajaran yang dilakukan saat bencana. Menurut laman guruberbagi.kemdikbud.go.id, studysaster merupakan wujud kontribusi langsung dunia pendidikan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19, menyinergikan pendidikan tentang bencana kesehatan dalam pembelajaran.

Model pembelajaran studysaster adalah tahapan pembelajaran yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar, untuk memaksimalkan pengintegrasian pendidikan kebencanaan (prabencana, tanggap darurat dan pascabencana) dalam kegiatan pembelajaran.

Salah satu model studysaster bahasa Inggris di SMAN 1 Ambarawa adalah pembuatan English poem bertema cegah Covid-19 melalui penyusunan buku kumpulan puisi Patidusa. Peserta didik diharapkan mampu mengedukasi dirinya sendiri dan orang lain tentang Covid-19 melalui puisi dengan bimbingan secara daring oleh guru bahasa Inggris. Model pembelajaran ini mempunyai 6 langkah:

Pertama, identification/identifikasi (model pembelajaran studysaster). Pada langkah mengidentifikasi, peserta didik bersama dengan guru mempelajari dan berdiskusi tentang definisi maupun jenis-jenis bencana yang ada dan penyebab terjadinya bencana melalui media daring. Dengan bimbingan guru, mereka mampu melakukan identifikasi risiko bencana kesehatan Covid-19 pada dirinya sendiri, maupun orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga:   Memahami Hukum Pascal dengan Papan dan Alat Suntik

Kedua, search/mencari. Peserta didik melihat contoh tugas pembelajaran tentang bencana kesehatan Covid-19 di internet atau sumber lain yang relevan, sembari terus berdiskusi melalui media daring seperti grup WhatsApp, Google Meet atau Google Classroom. Kegiatan tersebut memberikan stimulus dalam memahami konsep/menuliskan ide sehingga menjadi sebuah karya yang dapat mengedukasi orang lain tentang Covid-19 berupa puisi. Dilanjutkan mencari langkah atau teknik pembuatan puisi melalui internet.

Ketiga, plan/merencanakan. Setelah peserta didik melakukan proses mencari referensi, selanjutnya muncul ide/imajinasi awal untuk membuat konsep puisi. Ide yang abstrak tersebut lalu dituangkan dalam bentuk kerangka tulisan.

Keempat, create/mencipta. Setelah menemukan ide yang akan dikerjakan, maka peserta didik mulai memvisualkan/menuliskan rancangan tersebut dalam media masing-masing. Karena tugasnya berupa pembuatan puisi, maka medianya berupa tulisan buku atau soft file. Karya pembelajaran tersebut berupa file digital, sehingga tugas membuat puisi di buku tulis lalu diketik atau difoto.

Kelima, share/membagikan. Langkah share/membagikan merupakan kegiatan untuk mengedukasi orang lain secara luas. Peserta didik membagikan karya pembelajaran tentang bencana kesehatan Covid-19 yang dibuatnya kepada orang lain secara konvensional atau online. Peserta didik dapat membagikan karyanya melalui akun media sosial mereka seperti Facebook, Instagram, Twitter, Blog atau YouTube. Mereka bisa ikut melakukan pencegahan Covid-19 dalam cakupan yang lebih luas tanpa harus melakukan pertemuan/kontak fisik.

Baca juga:   Lebih Menarik Belajar Lembaga Jasa Keuangan dengan Word Square

Keenam, practice/mempraktikkan. Karya pembelajaran tentang bencana Covid-19 tersebut wajib untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketika membuat puisi tentang pencegahan covid-19 maka peserta didik harus membacakan puisi tersebut. Selanjutnya kegiatan tersebut didokumentasikan berupa foto untuk di laporkan ke guru sebagai bukti sudah melakukan langkah praktik.

Kumpulan puisi karya peserta didik yang berjudul “Gempar” (Kumpulan Patidusa untuk si Corona) tersebut sudah dicetak dan dipublikasikan ke sekolah dan masyarakat. Dengan studysaster guru dan peserta didik dapat berkontribusi nyata dalam pencegahan Covid-19. (btj2.2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya