Outdoor Study Tingkatkan Pemahaman Materi PAI pada Siswa

Oleh : Rina Purwantini, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan. Sehingga peningkatan kualitas pendidikan harus selalu ditingkatkan. Sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan, sekolah adalah kawah candradimuka untuk menempa para pemuda penerus bangsa.
Sekolah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa dan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi dan dan sarana membangun watak bangsa (nation chararacter building) (Mulyasa, 2011:4). Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2005 pasal 11 disebutkan guru dan dosen adalah tenaga pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Guru berperan menyampaikan ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Proses belajar bagi siswa dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Untuk memberikan pengalaman belajar bagi siswa yang menyenangkan perlu keseimbangan antara pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Pengalaman belajar yang menyenangkan tentu sangat baik untuk proses perkembangan kecerdasan peserta didik.

Pembelajaran di luar kelas (outdoor study) merupakan salah satu metode pembelajaran yang aktivitasnya berlangsung di luar kelas atau sekolah. Seperti taman, kebun, alam terbuka. Tujuannya melibatkan pengalaman langsung serta memberi semangat petualangan siswa agar lebih akrab terhadap alam lingkungan. Metode pembelajaran di luar kelas merupakan upaya mengajak lebih dekat dengan sumber belajar yang sesungguhnya, yaitu alam dan masyarakat.

Baca juga:   Media Video Animasi untuk Penguatan Karakter Mupel IPA pada PBJJ

Menurut Jasa Ungguh Muliawan dalam bukunya 45 Model Pembelajaran Spektakuler, pembelajaran di luar kelas merupakan kegiatan belajar dengan melakukan aplikasi (terapan). Artinya pengetahuan yang disampaikan kepada peserta didik bukan hanya diberikan dalam bentuk penjelasan teori tetapi peserta didik memperoleh pengetahuan langsung dari lingkungan sekitar (Muliawan, 2016:147).
Hasil belajar peserta didik kelas II SD Negeri 2 Jampiroso, Temanggung mengalami penurunan prestasi belajar karena kurangnya dalam memahami materi PAI pembahasan “Allah Maha Suci (Al-Quddus).”
Pada materi itu peserta didik belum dapat memberikan contoh bagaimana cara meneladani sifat Allah tersebut pada kehidupan sehari-hari sehingga guru mencoba menerapkan metode pembelajaran outdoor ini kepada peserta didik dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman materi tersebut.

Tahapan pembelajaran ini tersusun sebagai berikut : pertama tahap awal dalam proses belajar adalah seseorang mengalami suatu keadaan . Pada tahapan ini siswa dapat melihat dan merasakan, menceritakan suatu peristiwa. Misalnya mencari tempat yang bersih dan kotor di sekitar sekolah. Setelah menemukan, dapat membedakan tempat yang bersih dan yang kotor. Kemampuan inilah yang dimiliki pada tahap awal proses belajar.

Baca juga:   Cepat Lancar Baca dengan Media Kreatif SAS bagi Siswa Kelas Rendah

Kedua, tahap observasi reflektif. Tahap ini bersifat observatif pada keadaan yang dialami. Siswa mulai berupaya mencari jawaban dan merefleksikan. Pemahamannya semakin berkembang. Ketiga, tahap konseptualisasi. Tahap mengembangkan teori, konsep dan prosedur tentang objek yang dilihat dalam hal ini bagaimana yang dilakukan apabila lingkungan kita kotor. Keempat tahap implementasi, siswa belajar memecahkan masalah yang dihadapinya.

Setelah selesai, siswa kemudian kembali ke dalam kelas. Pada saat di kelas siswa melakukan refleksi dan menyimpulkan hasil pengamatan, sehingga pemahaman siswa pada materi Allah Maha Suci akan berkembang dan dan semakin variatif.

Tujuan metode outdoor study yaitu lebih menarik dan tidak membosankan. Belajar lebih bermakna sebab siswa dihadapkan pada situasi alami. Lebih komprehensif dan lebih aktif.
Siswa dapat memahami dan menghayati keagungan dan kebesaran ciptaan Allah yang indah dan lengkap. Sehingga menumbuhkan rasa cinta dan ikut menjaga supaya lestari, tidak cenderung merusaknya. (pm1/lis)

Guru PAI SDN 2 Jampiroso, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya