Blended Daring Luring Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Drs. Agus Sunarso

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tak terasa hampir satu tahun pandemi covid-19 menimpa negara kita. Para pemangku kebijakan di bidang pendidikan dipaksa oleh kondisi untuk dapat menyesuaikan diri dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penyesuaian diri yang seperti apakah agar keberlangsungan proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif dan efisien ?

Penyesuaian yang dimaksud salah satunya dilakukan penerapan pelaksanaan pembelajaran daring yang diistilahkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), termasuk diterapkan di SMP Negeri 31 Semarang dengan tetap mengacu dan memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, masyarakat. Ini merupakan skala prioritas utama, yang penerapannya menggunakan beberapa aplikasi yang diterapkan meliputi google classroom, google forms, WA, Zoom Meetings, dan Cisco webex meetings melalui media laptop, hand phone, tablet atau perangkat mobile ber-basis iOS atau android yang lain. Terlebih pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VIII semester genap pada materi “Tekanan”, penggunaan aplikasi-aplikasi berbasis online tersebut sangat membantu peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan.

Baca juga:   Membaca Pemahaman Berhuruf Jawa Melalui Media Kartu

Di satu sisi memang pembelajaran daring dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pemahaman ranah kognitif materi. Misalnya gambar yang berwarna-warni yang dapat membuat siswa tertarik, sehingga siswa memiliki motivasi yang besar untuk mempelajarinya tanpa rasa bosan dan lelah walaupun penuh dengan rumus dan perhitungan. Akan tetapi ada masalah yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran daring diantaranya ada sebagian kecil siswa kurang memahami penggunaan aplikasi, ada juga siswa yang tidak belajar tetapi cenderung bermain game. Hal ini ternyata bisa diatasi dengan menggunakan pembelajaran offline atau yang dikenal dengan pembelajaran luar jaringan (luring). Artinya harus dilakukan pembelajaran yang terpadu antara pembelajaran daring dan pembelajaran luring, yang kemudian dikenal dengan istilah pembelajaran blended learning.

Secara etimologi istilah blended learning terdiri dari dua kata yaitu blended yang berarti campuran dan learning yang berarti pembelajaran. Dengan demikian sepintas lalu blended learning mengandung makna pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antara satu pola dengan pola yang lainnya dalam pembelajaran. Mosa dalam Kumar (2006) menyampaikan bahwa yang dicampurkan dalam blended learning yaitu dua unsur utama, yakni pembelajaran di kelas (classroom lesson) dengan online learning. Blended learning yaitu metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara pembelajaran konvensional di mana pendidik dan peserta didik bertemu langsung dengan pembelajaran secara online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Baca juga:   Mudah Menghafal Materi Beriman Kepada Malaikat melalui Lagu

Oleh karena itu keterpaduan pembelajaran daring dan pembelajaran luring sangat perlu untuk diterapkan dalam masa pandemi ini. Diharapkan melalui blended daring luring ini selain dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan, juga dapat menanamkan nilai-nilai karakter yang terintegrasi sebagaimana yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Inilah salah implementasi dari blended daring luring yang merupakan solusi pembelajaran di masa pandemi covid-19 telah diwujudkan oleh SMP Negeri 31 Semarang sebagai pengemban amanah pemerintah.

Guru SMP Negeri 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya