Permainan Puzzle Mudahkan Siswa Mengenal Panca Indra dan Fungsinya

Oleh : Taryumi S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERMAINAN adalah hal yang disukai oleh anak TK. Pembelajaran yang dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak (TK) harus selalu mengutamakan permainan dalam penyampaian materi. Karena sebenarnya Pendidikan di TK bukan sekolah tetapi Pra Sekolah. Sehingga seorang guru TK tidak boleh memaksakan materi secara berlebihan, bahkan tidak diizinkan guru memaksakan materi harus diterima oleh siswa. Guru harus pandai mengemas pembelajaran dalam bermain sehingga siswa merasa senang dan mampu menerima materi walau tidak harus utuh. Tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan, guru kurang pandai mencari media yang tepat, sehingga anak TK terlihat bingung dan tidak paham materi yang disampaikan guru.

Hal ini terjadi di TK Pertiwi Gintung, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Kemudian guru mencari solusi dalam penyampaian materi panca indra menggunakan media puzzle. Tujuan guru adalah untuk membentuk jiwa kerja sama, lebih konsisten, melatih kecerdasan logis, menumbuhkan rasa solidaritas, kekeluargaan, dan saling menghormati, dan menghargai.

Media menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran di sekolah. Arsyad (2007:3) menjelaskan “kata media berasal dari kata bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.” Dalam proses belajar mengajar, pesan atau informasi itu disampaikan oleh guru melalui perantara yang dapat berbentuk stimulus, yang disampaikan kepada siswa. Stimulus itu dapat berupa pertanyaan dari guru atau disajikan dalam bentuk alat, bagan, dan gambar. Selanjutnya oleh penerima atau siswa akan memberikan respon atau reaksi. Reaksi itu dapat mengarah ke reaksi yang aktif, misalnya berupa pertanyaan, jawaban, atau saran. Berbagai cara sebenarnya banyak memberikan arti dan manfaat dalam hidup anak. Salah satu permainan edukatif untuk anak-anak adaalah puzzle.

Baca juga:   Cara Seru Belajar Menulis Anekdot dengan Instagram

Cahyo dalam Ernawati dkk (2016:3) menjelaskan bahwa “media pembelajaran crossword puzzle merupakan permainan mengasah otak melalui pencarian dan pengingat kata yang pas untuk jawaban pada kotak yang tersedia.” Sedangkan puzzle menurut Suciaty (2010:78) menjelaskan bahwa “permainan puzzle bisa dimainkan mulai dari 12 bulan. Puzzle dapat memberikan kesempatan belajar yang banyak, selain untuk menarik pengaruh media pembelajaran minat anak dan membina semangat belajar dalam bermain. Permainan puzzle dapat dilakukan di rumah dan di sekolah yang diberikan oleh guru.

Agar materi mengenal panca indra mudah diterima siswa, guru menggunakan media permainan puzzle dengan langkah-langkah sebagai berikut, 1) guru menyiapkan materi panca indra dengan menyiapkan media puzzle yang sudah disiapkan. 2) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari menggunakan permainan puzzle. 3) Guru menjelaskan dan memberi contoh cara bermain puzzle. 4) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. 5) Guru membagikan puzzle pada siswa tiap kelompok berbeda gambar tentang alat indra. 6) Tiap siswa memasang puzzle sesuai gambar dibimbing oleh guru.

Baca juga:   Mudah Belajar Membaca Bahasa Arab dengan Mind Maping

Setelah guru menggunakan model permainan puzzle ternyata anak lebih mudah mengenal alat indra. Terbukti pada kegiatan akhir guru menukar puzzle tiap kelompok dan kelompok mampu mengerjakan tugas dengan cepat. Ketika kegiatan akhir, guru mencoba bertanya kepada siswa tentang fungsi alat indra. Dan siswa mampu menjawab dengan baik. (ti1/ida)

Guru TK Pertiwi Gintung, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya