Bangun Kreativitas Siswa, Olah Limbah Sampah Jadi Hiasan

Oleh : Ujiatmi, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA dasarnya pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang tidak bisa lepas kaitannya dengan manusia dan alam semesta. Pendidikan merupakan sarana untuk menemukan jati diri sendiri serta bagaimana memahami situasi yang terjadi baik yang dialami sendiri ataupun orang disekitarnya. Pendidikan adalah hak setiap manusia karena sejatinya hidup adalah belajar. Seperti kata John Dewey, “Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah hidup itu sendiri”.

Pembelajaran di masa pandemi seperti sekarang ini, mau tidak mau segala kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah. Hal ini tentunya mempengaruhi hasil belajar tiap peserta didik. Akan tetapi diharapkan dengan adanya kebijakan dan upaya dari pemerintah, pembelajaran dari rumah memberikan hasil belajar peserta didik yang memuaskan. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang memuaskan di masa pandemi ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu pengajaran-pelatihan-pembimbingan. Ketiga hal tersebut merupakan pendidikan yang di dapat baik di sekolah maupun di rumah.

Sudah menjadi keharusan bagi seorang guru untuk mampu mendorong peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan di rumah. Anak perlu dipancing untuk mengemukakan sebuah pendapat, ide, harapan, serta ekspresi diri. Sesuai dengan pendapat Mohammad Jauhar (2011:164) menyatakan bahwa pembelajaran yang meyenangkan ialah adanya lingkungan yang tidak membuat tegang, aman, menarik, tidak membuat ragu anak untuk melakukan sesuatu, menggunakan semua indera, dan terlihat anak antusias dalam beraktivitas. Hal itu juga bermanfaat bagi pertumbuhan mental peserta didik untuk menjadi pribadi yang selalu optimis mencapai harapannya. Ketika saya mengajarkan materi tentang materi Tema 5 subtema 4 Pengalaman yang Berkesan pada kelas 1 SD Negeri 2 Gondang Kec. Cepiring Kab. Kendal untuk memisahkan sampah bisa berupa kulit telur, botol minuman, daun kering, ataupun sampah lainnya untuk dapat dibuat kerajinan sederhana. Kegiatan ini dilakukan peserta didik pada kelas rendah untuk membuat anak bersemangat dalam belajarnya. Setelah memilah sampah, mereka disuruh untuk membersihkan, menjemur dan mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat kerajinan sederhana kolase. Peserta didik berkreasi membuat hiasan dengan limbah sampah, contohnya gambar hewan, buah, atau bahkan bingkai photo. Setelah selesai, peserta didik dapat mengirimkan photo hasil karya yang telah mereka buat. Dengan memilah sampah, peserta didik dapat mengetahui ternyata sampah dapat dibuat sesuatu yang bernilai guna dan pentingnya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga:   MaM Sebagai Solusi Pemahaman Konsep Pembelajaran IPS

Apabila tidak ada dukungan dari orang tua dan guru, maka motivasi anak dalam belajar akan berkurang. Dengan demikian, sebaiknya orang tua dan para guru dapat konsisten memberikan dorongan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Jika anak sudah semangat belajar maka setengah pertandingan sudah dimenangkan. Intinya adalah kerjasama berbagai pihak dalam menyuntikkan rasa percaya diri pada peserta didik. (ti2/zal)

Guru SDN 2 Gondang, Kendal

Author

Populer

Lainnya