Tetap Berkarakter “Satria” di Masa Pandemi melalui Guru Kunjung

Oleh: Catur Prilanti, S.Pd , M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN karakter adalah gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika, bertanggung jawab, dan perduli melalui permodelan dan mengajarkan karakter yang baik dengan penekanan pada nilai universal yang kita setujui bersama. Ini adalah salah satu usaha yang disengaja dan proaktif untuk menanamkan siswanya pada nilai utama etika. Pada masa pandemi ini jangankan berbicara tentang karakter, terjadinya proses pembelajaran yang baik saja sudah sangat membanggakan pendidik apalagi ngomong atau berbicara karakter. Saat ini, kerinduan untuk kembali lagi ke bangku sekolah saat ini sudah sangat dirasakan oleh siswa- siswa SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Semarang.

Kondisi yang masih belum bisa untuk tatap muka mengakibatkan siswa – siswa harus mengikuti sistem pembelajaran Daring (dalam jaringan). Sistem Daring ini merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Kendala yang terjadi pada saat anak tidak memiliki kecukukupan quota dalam mengikuti pembelajaran daring, beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga mereka melakukan aktivitas pembelajaran pun bersama mengakibatkan siswa tidak mampu mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru yang mengajaranya. Hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat penting bagi siswa, jam berapa mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan orang tua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini dibebankan kepada orang tua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran daring.

Baca juga:   Pelajaran PAI di Tengah Pandemi Menyenangkan dengan Quizizz Game

Dengan segala macam kondisi tersebut, sekolah memutuskan menerapkan kebijakan untuk memberikan materi kepada siswanya dan mulai menerapkan metode belajar dengan Sistem Daring (dalam jaringan) atau online melalui aplikasi seperti WhatsApp (WA), google meet ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda. Dalam kondisi yang seperti itu ada yang mengakibatkan ada kejenuhan terhadap tugas dan materi yang diberikan.

Permasalahan – permasalahan seperti tersebut sangat besar kemungkinaanya terhadap sekolah- sekolah yang melaksanakan pembelajaran daring murni, untuk mencegah terjadinya pembelajaran yang hilang maka pihak sekolah bekerjasama dengan komite sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Pada awal tahun pembelajaran sekolah melaksanakan kebijakan dengan menerapkan guru kunjung untuk menghubungkan ikatan emosional serta mengurangi kerinduan dengan antara guru dan siswa, dan hal ini mulai efektif diberlakukan pada tahun ajaran 2020/2021. Hal ini sangat membantu siswa maupun orang tua siswa yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring. Awal terbentuknya basecamp-basecamp bermula dari data maping kesiswaan dan kenyamanan tempat basecamp yang berada di lokasi rumah salah satu siswa yang ditunjuk, melalui paguyuban siswa di kelasnya masing – masing, yang di awali dari komunikasi antara walikelas dan walimururid untuk kegiatan belajar melalui pembimbingan yang menghubungkan dengan guru yang bersangkutan dengan siswa, hal tersebut sangat didukung oleh orang tua siswa yang selama ini juga sudah mulai resah dengan pembelajaran daring murni.

Baca juga:   Kolaborasi Jitu Fasilitas Belajar, Budaya Sekolah dan Motivasi Terhadap Capaian Hasil Belajar

Sebagai pendidik tetap membangun kesadaran anak didik agar selalu berbuat kebaikan dan mencegah kesalahan yang dapat merugikan dirinya sendiri atau orang lain, dengan adanya Guru Kunjung ini harapan pendidik masih dapat mengendalikan proses pembelajaran dan tetap tertanam karakter –karakter yang baik didalam diri siswa. Semoga kondisi yang saat ini sedang dalam ujian di bidang apapun baik segi pendidikan tidak akan mengalahkan semangat dan kerja keras dalam memperjuangkan pendidikan di masa pandemi seperti saat ini. Hal ini penting dilakukan agar nilai-nilai budaya dan karakter tetap melekat pada diri anak sehingga tidak terjadi lost generation dalam hal budaya dan karakter. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung. (bw2/zal)

Guru SMPN 1 Bringin, Kabupaten Semarang.

Author

Populer

Lainnya