Penerapan Video Converence Mapel IPS di Masa PPKM

Oleh: Isni Sri widyastuti, S.E.,M.Ak.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENTERI Pendidikan Nadiem Makarim dalam diskusi Daring Indonesia Bicara Media Indonesia (06 November 2020) diungkapkan pembelajaran jarak jauh akan memunculkan optimisme dalam dunia pendidikan di tengah mewabahnya pandemi Covid-19.

Menurut KBBI daring adalah terhubung melalui jejaring komputer, internet. Sedangkan luring pembelajaran melalui tatap muka. SMP Negeri I Bringin Kab.Semarang (selanjutnya disebut SMP Brinsa) menempuh daring dan tatap muka (luring). Penerapan luring, guru membuat modul dan LKPD sesuai RPP. Modul dikirim ke basecamp pada tiap desa yang ada siswa SMP Brinsa, antara guru, orang tua dan siswa membentuk grub WA. Sesuai jadwal guru mengunjungi basecamp memberikan pembelajaran dengan aturan prokes seperti memakai masker, faceshield dan hand sanitizer serta jaga jarak.
Pada awal pertemuan banyak siswa merasa kikuk tetapi akhirnya menjadi terbiasa bahkan bagi siswa yang lupa membawa alat prokes diingatkan oleh temannya sendiri. Tidak jarang guru menyediakan masker atau faceshield untuk siswa yang lupa. Kemampuan siswa ditest melalui geogle form. Dikarenakan angka covid 19 meningkat kemudian melalui SE Pemberhentian Kegiatan Pembelajaran TAPKA Nomor 421.3/188/2021 Kepala Dinas Pendidikan Kab.Semarang menginstruksikan pembelajaran daring dan penerapan luring ditunda sampai tanggal 8 Februari 2021. SMP Brinsa khususnya Guru IPS kelas VIII dalam menerapkan daring menggunakan WA forum, meet atau zoom sesuai yang dikuasai siswa, untuk menyampaikan materi pembelajaran di forum tersebut terjadi tanya jawab secara langsung antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran semakin menyenangkan, selain itu guru IPS melalui WA grub per kelas membuka kesempakan konsultasi. Pada saat pembelajaran guru IPS bisa langsung mengabsen dan mengetahui kondisi siswa saat itu. Apabila ada siswa yang tidak absen dan tidak mengerjakan tugas bisa klarifikasi melalui WA grub orang tua siswa. Dengan cara seperti ini siswa dapat dikendalilan walaupun jauh.

Baca juga:   Strategi Penugasan untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Alquran

Kelemahan daring. Sesuai realita di lapangan, ada sebagian siswa SMP Brinsa yang HPnya belum terinstal aplikasi tersebut sehingga untuk melakukan komunikasi banyak yang nebeng dengan temannya atau memakai HP milik saudaranya. Sinyal kadang melemah, karena berada disekitar hutan karet atau hutan jati sebagai akibatnya banyak siswa tidak bisa menerima pembelajaran dengan lancar.

Manfaat daring. Hubungan emosional antara siswa, orang tua dan guru semakin erat. Siswa menjadi lebih berminat setelah memakai video conference. Melalui video conference siswa bisa saling melihat wajah masing masing, dengan melihat secara virtual siswa semakin tertantang untuk belajar. Optimisme siswa semakin bertambah setelah guru memberikan kuis. Ada hal menarik disaat jeda waktu mengerjakan tugas siswa saling menampilkan aplikasi yang unik dan lucu, bagi yang belum bisa aplikasi saling mengajari, akhirnya pengetahuan tentang berbagai aplikasi internet menjadi mahir, siswa juga bersemangat dalam melakukan absensi, biasanya kalau memakai WA absennya seperti males dan bangun kesiangan tetapi setelah diaktifkan aplikasi video conference siswa saling mensuport rekannya agar bersemangat pada masa pandemi.

Baca juga:   Belajar Hewan Halal dan Haram Lebih Asyik dengan Metode Card Sort

Guru IPS SMPN I Bringin, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya