Mengasah Literasi Melalui Narrative Reading Challenge

Oleh: Ratna Agustina, S. Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ISTILAH Read Aloud atau membaca nyaring akhir-akhir ini menjadi cukup populer, terkhusus bagi para pegiat literasi. Diprakarsai oleh LitWorld (https://www.litworld.org), organisasi non profit yang bergerak di bidang literasi, selama 12 tahun terakhir ini mencanangkan tanggal 3 Februari sebagai World Read Aloud Day (hari membaca nyaring sedunia). Kegiatan membacakan cerita dengan bersuara diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keterampilan literasi yang baik.

Keuntungan membaca nyaring sangat luas, seperti diungkapkan oleh Stephanie Ciccarelli (2020), co-founder dari Voices.com (https://www.voices.com/), mulai dari meningkatkan konsentrasi, kosakata, pemahaman bacaan, kesempatan bermain dan bergerak, merangsang penggunaan intonasi serta meningkatkan keterampilan membaca dan mendengarkan.

Teks naratif menjadi pilihan terdepan dalam kegiatan read aloud. Berkaitan dengan itu, teks naratif juga masuk dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas IX semester 2. Merujuk pada keunggulan read aloud serta untuk memenuhi kompetensi dasar keterampilan dalam menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks naratif, penulis memberikan sebuah tugas kepada siswa bertajuk narrative reading challenge.

Sebelum tugas diberikan, para siswa diajak mengenal contoh dan karakteristik dari sebuah teks naratif melalui paparan, video dan diskusi. Dalam pertemuan sinkronus yang berlangsung secara virtual melalui Zoom meeting, para siswa diajak untuk melafalkan bacaan yang ada. Dalam hal ini penulis, selaku pengajar, memberikan contoh terlebih dahulu dalam membaca, terutama dalam pelafalan, intonasi dan tempo. Beberapa perwakilan siswa kemudian diminta untuk ambil bagian dalam kegiatan ini.

Baca juga:   Alat Peraga Sederhana, Efisien dalam Pembelajaran Trim Kapal

Dalam narrative reading challenge ini para siswa diminta untuk membuat sebuah video rekaman ketika sedang membaca nyaring sebuah teks naratif pendek sederhana. Mereka diberi kebebasan untuk memilih sendiri cerita yang akan mereka baca dengan durasi antara 1.5 hingga 5 menit.

Karena pembelajaran masih berlangsung secara daring, hasil rekaman tersebut kemudian dikirimkan melalui penugasan di Prakasita Classroom, kelas virtual SMP Negeri 2 Salatiga yang berbasis Moodle. Penulis juga menyediakan sarana alternatif bagi para siswa yang mengalami kendala dalam pengunggahan tugas, yaitu melalui Google Formulir. Selain itu, penulis juga menerima kiriman lewat aplikasi WhatsApp khusus bagi siswa yang tidak bisa mengakses dua pilihan sebelumnya.

Fleksibilitas menjadi salah satu kunci utama dalam pembelajaran jarak jauh. Dalam hal ini penulis menyadari bahwa tingkat literasi digital para siswa sangat beragam, termasuk dalam mengirim sebuah produk digital.

Bagi penulis, hasil yang dikirimkan para siswa dalam narrative reading challenge ini menjadi secuil gambaran dalam memaknai merdeka belajar. Siswa menentukan sendiri materi, lokasi, waktu, cara dan gaya membaca. Mereka tidak tergantung atau dipengaruhi oleh pihak lain, terkhusus dalam mempresentasikan tugasnya.

Baca juga:   Pengaruh Iptek terhadap Sikap Prokrastinasi Siswa

Dalam menuturkan cerita, para siswa terlihat sudah menyesuaikan intonasi, tempo dan pelafalan yang baik. Sebagian sangat terampil dalam hal ini. Mereka bahkan terlihat sangat menikmati dalam menuturkan cerita.

Kreatifitas siswa juga bervariasi sesuai kemampuan mereka. Hal ini terlihat dalam tampilan mereka di depan kamera, baik dari segi sudut pandang pengambilan gambar, properti maupun desain dan editing. Salah satu dampak positif PJJ adalah meningkatnya literasi digital para siswa. Mereka mampu mengeksplorasi dan memanfaatkan teknologi yang semakin erat di genggaman.
Narrative reading challenge memang hanya sebuah upaya pemantik untuk mengasah literasi. Selanjutnya, diperlukan pembiasaan dari semua pihak, terkhusus sekolah, guru, siswa dan orang tua, karena literasi adalah sebuah investasi dalam kolaborasi. (bw2/zal)

Guru SMP Negeri 2 Salatiga

Author

Populer

Lainnya