Belajar Asyik Interaksi Antarruang dengan Media Atlas Tematik

Oleh : Dra. Nurhayati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Interaksi antarruang pasti terjadi di semua daerah. Daya dorong untuk memenuhi kebutuhan mendasari adanya hubungan tersebut. Fenomena keterkaitan dalam berinteraksi dipicu oleh faktor alam, manusia, dan kondisi sosial budaya. Suatu fenomena atau peristiwa selain terikat oleh ruang juga terikat oleh waktu.

Bentuk interaksi antarruang seperti mobilitas penduduk secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi keadaan ruang. Misalnya, pada kegiatan transmigrasi perpindahan penduduk membuat adanya penyesuaian dengan tempat tinggal sebelumnya sehingga terjadi renovasi di ruang baru yang ditempati. Perubahan penggunaan lahan menjadi contoh nyata adanya interaksi antarruang. Lahan hutan berubah menjadi lahan pertanian. Lahan pertanian menjadi permukiman dan lahan pertanian menjadi industri (Joseph, 2003). Perubahan penggunaan lahan secara masif dapat menyebabkan munculnya potensi bencana banjir dan tanah longsor, apabila tidak diiringi dengan antisipasi.

Keadaan alam dapat menyebabkan adanya interaksi antarruang. Selain itu, keadaan alam juga memiliki karateristik bencana. Karakteristik bencana dapat diketahui persebarannya dengan melakukan pengkajian berkaitan dengan ruang. Pengkajian spasial perlu didasari dengan adanya pengetahuan spasial. Analisa data spasial cenderung lebih mudah untuk dipahami dan dikembangkan terkait dengan struktur keruangan wilayah. Penggambaran spasial merupakan teknik yang umum digunakan untuk merepresentasikan objek dalam ruang. Objek dalam ruang secara umum direpresentasikan dalam bentuk simbol (Marfu’ah 2017).

Baca juga:   Indahnya Berbagi dalam Pembelajaran dengan Think Pair Share

Media pembelajaran dapat menjadi solusi dalam mengatasi hambatan siswa. Media pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai media visual spasial yaitu media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan, yaitu media yang dapat diproyeksikan. Media yang tidak dapat diproyeksikan biasanya berupa gambar diam atau gambar yang bergerak, misalnya dalam bentuk animasi. Media pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari proses pembelajaran. Sebab dengan adanya media pembelajaran, peserta didik dapat berinteraksi secara audio dengan rekaman dan visual dengan gambar yang dinamis.

Atlas sebagai salah satu dari media yang dapat membantu mengembangkan pengetahuan siswa dalam pembelajaran. Pada materi interaksi antarruang, siswa dapat melakukan analisis berkenaan dengan ruang yang diharapkan dapat membantu siswa mengetahui konektivitas suatu wilayah. Selain itu, maraknya bencana di Indonesia membuat pendidikan kebencanaan penting untuk disampaikan pada siswa. Sehingga, media atlas tematik dapat digunakan dalam membentuk fondasi pengetahuan kebencanaan bersamaan dengan memahami interaksi antarruang dalam suatu wilayah.

Karakteristik media atlas tematik yang dikembangkan disusun dengan tulisan yang menarik dan bahasa yang komunikatif. Atlas berupa kumpulan gambar peta full color, disertai penjelasan singkat dan contoh, serta terdapat info menarik dan games. Secara fisik atlas dicetak dengan ukuran A4, memiliki cover yang menggambarkan isi atlas dan memiliki kualitas cetak yang tinggi.

Baca juga:   Alat Peraga Bangun Ruang Sisi Datar Meningkatkan Hasil Belajar

Siswa dan guru merasa media peta/atlas sesuai dan dapat digunakan pada materi interaksi antarruang. Media atlas tematik memudahkan siswa kelas 7 semester 1 SMP Negeri 3 Patebon dalam memahami materi akibat interaksi antarruang, Dengan menggunakan media atlas tematik, siswa dapat mencapai hasil belajar lebih tinggi dari pada kelas yang tidak mendapat perlakuan media. (bw2/ton)

Guru IPS SMP Negeri 3 Patebon, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya