Aplikasi Model VAK dalam Pembelajaran Tematik di Kelas Rendah

Oleh : Dwi Ratna S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN mempunyai peranan yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Peningkatan mutu pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas (harkat dan martabat) manusia sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan merupakan suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga mampu menghadapi segala perubahan yang terjadi di sekitarnya. Pendidikan di sekolah menengah pertama (SMP) dimaksudkan sebagai upaya pembekalan kemampuan menengah siswa berupa kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan, dan sikap yang bermanfaat bagi dirinya sesuai dengan tingkat perkembanganya, serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Penulis berharap peserta didiknya menyukai semua pelajaran dan bersemangat dalam belajar. Oleh karena itu, penulis mencoba menggunakan model VAK untuk diterapkan di kelas II pada mata pelajaran tematik tema 1 subtema 4 Merawat Tumbuhan. Karena selama ini pada beberapa hasil pengamatan pada ulangan harian siswa rendah.

Model pembelajaran VAK (Visual, Auditori, dan Kinestetik) adalah model pembelajaran yang mengutamakan pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan bagi siswa. Model pembelajaran ini dianggap efektif karena memperhatikan tiga jenis modalitas atau cara belajar siswa, yaitu cara belajar dengan mengingat (visual), belajar dengan mendengar (auditori), serta belajar dengan gerak dan emosi (kinestetik). Melalui model pembelajaran VAK potensi yang dimiliki oleh siswa menjadi lebih terlatih dan berkembang dengan baik.

Baca juga:   Mencintai Keberagaman Karakteristik Individu melalui TPS

Menurut Shoimin (2014), model pembelajaran VAK adalah suatu model pembelajaran yang menganggap pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan potensi siswa yang telah dimilikinya dengan melatih dan mengembangkannya. Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar langsung dengan bebas menggunakan modalitas yang dimilikinya untuk mencapai pemahaman dan pembelajaran yang efektif.

Pelaksanaan pembelajaran menulis deskriptif dengan model VAK dilakukan melalui langkah-langkah berikut, antara lain, pertama, penulis memberikan arahan kepada siswa sebagai model mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran VAK yang akan diujicobakan. Kedua, siswa model melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran VAK sesuai arahan yang telah dijelaskan peneliti. Ketiga, langkah pembelajaran diawali dengan pengeksplorasian pengetahuan awal siswa mengenai pengalaman menulis atau membaca yang baik dan benar, kemudian memberikan contoh tulisan atau cara membacanya yang benar. Keempat, pembelajaran dilanjutkan dengan penayangan objek yang dipilih. Kelima, siswa menentukan bacaannya sendiri di rak perpustakaan atau di meja kelas berdasarkan buku yang mereka sukai. Keenam, siswa menulis dan membaca, guru sebagai mediator siswa memaksimalkan perannya. Ketujuh, kesimpulan.

Baca juga:   TTS sebagai Bagian dari Pembelajaran Sosiologi

Dengan penerapan aplikasi model VAK ini di SDN 02 Waru Kidul memberikan perubahan 70 persen pada hasil belajar meningkat. Siswa mudah mengingat sesuatu yang dibaca atau yang ditulis, siswa mempunyai daya ingatan dan gambaran yang lebih kuat (visual), dengan mendengar siswa akan membantu untuk mengingatinya sesuatu maklumat dan mempunyai kelebihan berkomunikasi (auditory), siswa akan lebih suka untuk bergerak dan beraktivitas (kinestetik). (ce2.1/ida)

Guru SDN Waru Kidul, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya