Pendidikan Budi Pekerti Tingkatkan Kepribadian Siswa

Oleh : Sri Pulihati S.Th

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Budi Pekerti bertujuan agar siswa mampu memahami, menghayati, dan menerapkan nilai–nilai budi pekerti luhur yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (Depdiknas 2003). Artinya pendidikan budi pekerti diharapkan mampu menjadi sarana untuk mengembangkan karakter bangsa yang lebih beradab. Karena itu, pendidikan budi pekerti merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. Namun dalam perjalanan bangsa sampai saat ini, kondisi tersebut belum terwujud secara maksimal.

Dalam kenyataan sehari–hari di SMKN 1 Pati yang telah mengembangkan moral dan menerapkan penilaian moral. Karena itu, guru agama Kristen, perlu melakukan pendampingan pada siswa. Proses yang dilakukan diawali dari pemantauan kondisi dan standar moral. Kemudian diikuti proses dalam bentuk runtutan tindakan yang dilakukan. Apabila siswa melanggar moral, akan mendapatkan sanksi.
Pandangan guru agama Kristen tentang keberhasilan Pendidikan Budi Pekerti di SMKN 1 Pati menunjukkan apresiasi yang relatif sama. Pandangan guru ini didasarkan pada pengamatan tentang perilaku siswa di SMKN 1 Pati, baik sopan santun, kedisiplinan, maupun tanggung jawab. Faktor sistem pembelajaran dilakukan secara variatif, dengan harapan siswa mempunyai moral yang baik.

Baca juga:   Metode Kelulusan SMK di Masa Covid-19

Walaupun pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19, namun nilai karakter siswa bisa tetap dipantau. Ini selaras dengan pendidikan karakter sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk memberikan keputusan membangun watak kepribadian, memberikan nilai manfaat untuk menyiapkan kemandirian siswa. Dengan adanya pendidikan budi pekerti, akan menjadi penerus generasi muda yang takut Tuhan. Kitab Amsal 1:7 berbunyi “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Dalam hal ini, yang mempunyai peran mendidik anak tidak hanya guru di sekolah, tapi peran orang tua akan membangkitkan semangat anak untuk lebih maju.

Guru diberi kewenangan Tuhan untuk mendidik dan mengajarkan tingkah laku yang baik kepada siswa. Membangun karakter ialah mengukir nilai kebenaran Allah dengan praktik hidup berdasarkan Alkitab. Secara sederhana, karakter adalah melakukan apa yang benar. Karakter–karakter terbaik yang harus dimiliki menurut Alkitab adalah kerendahan hati, kesabaran, pengendalian diri, murah hati, sederhana, tahan uji, sukacita, pendamai, dan lain-lain (Matius 5:1-12, Galtia 5:22).

Baca juga:   Belajar Aksara Jawa melalui Surat Sahabat

Karakter memegang peranan penting dalam seluruh aspek hidup. Karena karakter menjadi pribadi yang berintegritas. Artinya orang yang utuh, jujur, dipercaya, dan dapat diandalkan, perkataannya tidak beda dengan perbuatan. Integritas adalah di mana kepercayaan, pemikiran, dan tindakan bersatu. Karakter bagi anak Tuhan harus berdampak besar, memancarkan cahaya di tengah–tengah lingkungan hidup. Tuhan mengimbau supaya dapat menghasilkan buah, bertumbuh dewasa atau berkarakter seperti karakter Tuhan. Karakter yang baik dibangun di atas hati dan pikiran yang baik. Itu sebabnya, kita harus melindungi hati dan pikiran dengan cara positif. Untuk membentuk budi pekerti yang baik, perlu melakukan disiplin rohani dengan penuh semangat, ketaatan pada Tuhan dan harus menjadi pelaku Firman Tuhan. Sehingga budi pekerti siswa akan mengalami perubahan hidup, menjadi generasi yang bertanggung jawab. Dengan adanya peran guru agama Kristen yang menjadi pembimbing budi pekerti siswa, maka pertumbuhan budi pekerti akan ada hasilnya. (kb4/ida)

Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SMKN 1 Pati

Author

Populer

Lainnya