Pahami Kecerdasan Siswa melalui Analisis Kompetensi

Oleh : Slamet Sugiarto S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SDN 1 Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga berupaya menganalisis kompetensi siswa yang berbeda-beda. Harapannya, kemampuan dan bakat akan tersalurkan secara maksimal. Tanda anak unggul dalam kecerdasan antara lain daya ingat kuat, anak sering merenung, suka bermain dengan orang yang lebih tua, jago merumuskan peristiwa sebab akibat tentang masalah yang ada di sekitarnya, suka bicara atau bercerita sejak usia dini. Dari berbagai tanda atau ciri tersebut, selayaknya guru mampu menyalurkan peserta didik menjadi anak yang cerdas dan berkompeten di bidang masing-masing. Ada beberapa kecerdasan anak yang perlu dipahami bersama.

Pertama, word smart (kecerdasan linguistik). Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa baik dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara. Kedua, number smart (kecerdasan logika atau matematis). Jenis kecerdasan ini bisa ditandai ketika anak tertarik dengan angka-angka, menyukai matematika, dan hal-hal yang berbau sains, maupun yang berhubungan dengan logika. Untuk mengasah kemampuannya ini, berikan anak-anak alat berhitung yang menarik, benda-benda untuk dihitung, balok bertulisan angka-angka, puzzle, hingga timbangan untuk mengukur berat. Ketiga, self smart (kecerdasan intrapersonal). Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung lebih suka bermain sendiri. Namun, ia bisa mengatur emosi dengan baik. Anak ini biasanya memiliki ambisi dan sudah tahu ingin jadi apa saat besar nanti. Keempat, people smart (kecerdasan interpersonal). Berbanding terbalik dengan self smart, anak yang memiliki tipe kecerdasan ini lebih suka bermain dengan banyak orang. Anak juga memiliki empati, mampu memahami perasaan orang lain, dan cenderung menonjol sehingga suka memimpin saat bermain. Kelima, music smart (kecerdasan musikal). Kecerdasan musikal barangkali salah satu tipe kecerdasan yang paling mudah dilihat oleh orang tua. Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan ini, antara lain suka bernyanyi, menggoyangkan badan atau berjoget ketika mendengar suara musik, suka mendengarkan musik, mengingat lagu, suka memukul-mukul seperti bermain drum, dan main piano. Keenam, picture smart (kecerdasan spasial). Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya terlihat dari kesukaannya menggambar, mencorat-coret kertas, mewarnai, suka berimajinasi, hingga suka bermain-main membangun sesuatu menggunaan balok. Ketujuh, body smart (kecerdasan kinetik). Anak yang memiliki kecerdasan body smart sangat aktif, seperti suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu dengan tangannya. Kedelapan, nature smart (kecerdasan naturalis). Anak-anak yang memiliki kecerdasan naturalis sangat suka bermain di alam. Anak ini juga menyukai binatang, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, suka dengan tanaman.

Baca juga:   Tingkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris melalui Crossword Puzzle

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan WJS Urwadarminto (1999:405), pengertian kompetensi adalah kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan.

Spencer dan Spencer dalam Hamzah B Uno (2007:63), kompetensi merupakan karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan menjadi cara-cara berperilaku dan berpikir dalam segala situasi, dan berlangsung dalam periode waktu yang lama. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa kompetensi menunjuk pada kinerja seseorang dalam suatu pekerjaan yang bisa dilihat dari pikiran, sikap, dan perilaku.

Dengan adanya kemampuan guru dalam mengidentifikasi kemampuan siswa, diharapkan semua anak mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Keilmuan guru harus seiring dengan perkembangan zaman. Ke depan tidak ada lagi anak yang tergolong bodoh. Akan tetapi, masing-masing anak akan mendapatkan predikat pantas sesuai dengan kemampuanya. (kb4/ida)

Guru SDN 1 Toyareka, Kabupaten Purbalingga

Author

Populer

Lainnya