Paham Obligasi Lewat Video

Oleh : Dra. Ana Sulistyowati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pemahaman terkait utang obligasi sangat krusial diberikan kepada siswa SMK jurusan Akuntansi. Pasalnya materi akuntansi utang jangka pendek dan jangka panjang pada dasarnya mempunyai tahapan sama dengan siklus akuntansi, terkhusus untuk perusahaan jasa dan dagang yang meliputi proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan pelaporan. Tak terkecuali pada materi obligasi, gunanya untuk mempersiapkan siswa SMK kelas XII terjun ke dunia kerja pasca lulus sekolah.

Akan tetapi kondisi di kelas, obligasi termasuk ke dalam deretan materi sulit yang dirasakan oleh siswa. Terbukti pada materi tersebut 65% dari siswa mendapat nilai yang kurang memuaskan, yaitu nilai rata-rata latihan soal 60. Bukan tanpa alasan, pemberian materi secara dalam jaringan (daring) yang diakibatkan oleh wabah virus Corona, berdampak pada kurang maksimalnya pemahaman materi terlebih hanya menggunakan metode ceramah via aplikasi Zoom ataupun Google Meet. Oleh karenanya, guru harus cerdas memaksimalkan pembelajaran, dengan menggunakan metode yang tepat seperti pembelajaran berbasis video.

Batubara (2020:14) dalam bukunya mengayatakan, penggunaan media audio visual seperti video yang menarik, secara tidak langsung mengajak siswa untuk melek teknologi. Selain itu, penggunaan video dalam pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat siswa dari pada sekadar memperhatikan penjelasan guru dengan metode ceramah. Hamdan (2020:29) menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis video memiliki kelebihan yaitu dapat ditonton dan dipelajari berulang, serta dapat diakses tidak hanya dalam satu waktu. Sehingga siswa yang sedang berada di tempat tanpa jaringan internet, tidak akan tertinggal.

Baca juga:   The Role Of Physical Education In Sport And Healty dalam Meningkatkan Nilai Akademik

Konsep kerjanya, guru membuat dua konten video pembelajaran dengan menggunakan Power Point dan Camtasia. Di dalam konten pertama, guru menjelaskan teori obligasi. Lanjut pada konten kedua, penerapan pencatatan penerbitan uang obligasi sesuai Kompetensi Dasar (KD) 3.19. Pada konten pertama dan kedua, sama-sama diselipkan gambar, diagram sampai kesimpulan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi. Lalu pada dua konten tersebut, guru memberikan video interaktif dengan menambahkan icon untuk membuat pop-up kecil pada titik tertentu sehingga menarik perhatian peserta didik saat menonton video. Di akhir setiap video, guru menambahkan kuesioner sederhana, kuis, tes yang melibatkan siswa untuk ikut latihan bersama.

Menurut Prastowo (2019:36) kekurangan dari pembelajaran berbasis video adalah tidak adanya fasilitas siswa untuk bertanya secara langsung kepada guru. Untuk meminimalkan dampak dari kekurangan tersebut, guru memberikan refleksi kepada siswa dan memberi waktu untuk bertanya atas materi yang belum dimengerti pada video. Setelah pembelajaran dirasa cukup, guru memberikan tes tulis untuk evaluasi pembelajaran, yaitu berupa soal teori dan praktik pencatatan penerbitan uang obligasi.

Baca juga:   ESSEMMU Mengukir Prestasi Peserta Didik

Alhasil, nilai yang didapat siswa pada saat tes tulis mengalami peningkatan. Seperti tersebut di muka, nilai latihan soal pada materi obligasi kelas XII AKL 3 semula mendapat nilai rata-rata 60. Akan tetapi, setelah menerapkan pembelajaran berbasis video, rata-rata nilai siswa 90. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis video dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi obligasi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis video dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran materi obligasi pada masa pandemi. (kb4/ton)

Guru Akuntansi Keuangan SMK Negeri 1 Pati

Author

Populer

Lainnya