Belajar Energi, Aktif dengan Bereksperimen

Oleh : Rohmadi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Permasalahan yang dihadapi peserta didik di MI adalah hasil belajar IPA yang belum tuntas yakni belum mencapai angka minimal daya serap yang telah ditentukan. Salah satu faktor dalam pembelajaran IPA guru lebih banyak berceramah, sehingga siswa menjadi cepat bosan dan menyebabkan hasil belajar IPA rendah. Guru belum menghayati hakikat IPA karena pembelajaran di sekolah baru menekankan produk saja.

Berdasarkan pengalaman penulis, nilai ketuntasan Klasikal Pelajaran IPA materi energi panas dan energi bunyi di MI Miftahul Huda, dengan tingkat keberhasilan klasikal sebesar 54, 69%, jauh dari tingkat keberhasilan ideal sebesar 75% (Mulyasa, E, Praktik PTK, Bandung, Rosda Karya : 2010, Hal 183). Untuk itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi peserta didk dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep pembelajaran IPA. Penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode Ekperimen, Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Kegiatan percobaan dapat dilakukan di dalam maupun di luar laboratorium (Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Belajar, Bandung: CV Alfabeta, 2010, hlm. 220).

Baca juga:   Group Investigation Tingkatkan Aktivitas Belajar IPA Kelas 6

Dengan metode ini diharapkan partisispasi aktif dari peserta didik meningkat dalam berbagai kegiatan belajar. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan metode Eksperimen dalam pembelajaran sebagi berikut : Kelas dibagi beberapa kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik. Perwakilan setiap kelompok mengambil alat dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan eksperimen, serta lembar kerja kelompok (LKK) yang di dalamnya memuat langkah-langkah yang akan ditempuh dalam melakukan eksperimen. Setiap kelompok melakukan eksperimen energi panas dan kegunaannya, sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang tertera dalam LKK dan mencatat hal-hal yang ditemukan selama proses percobaan.

Proses percobaannya sebagai berikut : Dengan menggosokkan dua buah benda yang kering akan menghasilkan energi panas. Benda yang menghasilkan energi panas disebut sumber energi panas. Energi panas itu kita dapatkan dari matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Panas matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya, untuk menjemur pakaian, mengeringkan padi, mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, dan lain-lain. Matahari juga berfungsi sebagai pembangkit listrik. Panas matahari dikumpulkan oleh penangkap panas matahari yang disebut dengan sel surya. Panas matahari ditangkap oleh kaca yang dapat mengumpulkan panas. Kita dapat merasakan panas karena energi panas dapat berpindah. Energi panas dapat berpindah melalui benda padat, cair, maupun gas.

Baca juga:   Menulis Teks Berita dengan Metode Naturale Learning

Di samping itu, guru mengarahkan dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam melakukan eksperimen. Setiap kelompok melakukan diskusi antarsiswa dalam kelompok untuk membahas temuan-temuan dalam eksperimen, selanjutnya membuat kesimpulan. Melakukan diskusi antarkelompok di mana guru bertindak sebagai moderator. Diskusi dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil eksperimenya, kemudian kelompok lain menanggapinya.

Di akhir pembelajaran, peserta didik dibimbing dan diarahkan untuk menyimpulkan materi pelajaran. Selanjutnya menyampaikan pesan-pesan moral di akhir kegiatan belajar, dilanjutkan dengan evaluasi pemahaman siswa. Metode ini sudah diterapkan di MI Miftahul Huda Bonangrejo membuat peserta didik lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. (kb4/ton)

Guru Kelas MI Miftahul Huda Bonangrejo.

Author

Populer

Lainnya