Belajar Aktif Kenampakan Alam Dengan Metode Snowball Throwing

Oleh : Endang Kiswati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan sumber daya manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan. Masalah peningkatan mutu pendidikan sangat berhubungan dengan masalah proses pembelajaran. Pembelajaran pada hakekatnya adalah interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Berdasarkan pengalaman penulis, terdapat beberapa permasalahan pelaksanaan standar isi mata pelajaran IPS yaitu guru masih berorientasi pada buku teks, alokasi waktu yang diberikan cukup singkat sedangkan materi yang harus diberikan cukup banyak, pelajaran masih cenderung pada hafalan, metode yang diterapkan berpusat pada aktivitas guru bukan aktivitas siswa. Pada umumnya siswa kesulitan mencerna materi IPS yang terlalu banyak hingga perolehan nilai siswa pun berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini karena adanya anggapan bahwa mata pelajaran IPS sulit dipelajari dan hanya untuk dihafalkan.

Siswa dengan kemampuan menghafal yang tinggi mungkin bisa dengan mudah mendapatkan hasil yang baik. Namun, siswa dengan kemampuan menghafal yang rendah justru tertinggal jauh di belakang. Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar IPS Kompetensi Dasar Kenampakan alam di MI Miftahul Huda Bonangrejo Bonang Demak dengan tingkat keberhasilan klasikal 56%, jauh dari tingkat keberhasilan ideal sebesar 75%. (Mulyasa, E,Praktik PTK, Bandung, Rosda Karya : 2010, Hal 183 ). Hal ini disebabkan karena aktivitas belajar siswa masih sangat kurang, dan pembembelajaran cenderung (teacher centered).

Baca juga:   Belajar Era Globalisasi dengan Model Group Investigation

Untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran IPS pada siswa MI Miftahul Huda Bonangrejo Bonang Demak, maka digunakan variasi metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode snowball throwing.

Kelebihan metode Snowball Throwing melibatkan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran. Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lain. Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karena diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan pada siswa lain. Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

Guru tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktek. Ketiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai.

Langkah-langkah pembelajaran dengan metode pembelajaran snowball throwing, di antaranya: Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing- masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 15 menit. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Metode ini sudah diterapkan pada MI Miftahul Huda Bonangrejo membuat siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. (kb4/ton)

Baca juga:   Menberdayakan Siswa Berkemampuan Lebih untuk Mengatasi Akar Pangkat Tiga

Guru kelas MI Miftahul Huda Bonangrejo

Author

Populer

Lainnya