Tingkatkan Kualitas Belajar Siswa melalui Peran Orang Tua

Oleh : Yuni Widyastuti S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARNG.ID, SETIAP perkembangan kognitif anak berbeda-beda sesuai dengan usianya. Perkembangan merupakan peerubahan individu ke arah yang lebih sempurna dan terjadi dari proses terbentuknya individu hingga akhir hayat yang berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan. Oleh karena itu, orang dewasa harus bisa memahami proses perkembangan anak agar bisa membantu perkembangan kognitif mereka dengan maksimal dan baik (Imelda, 2017).

Menurut Jean Piaget, perkembangan kognitif merupakan suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis sehingga semakin bertambahnya umur individu maka semakin meningkat pula kemampuannya. Piaget menbagi perkembangan kognitif menjadi 4 tahapan yaitu tahap sensomotorik (usia 0-2 tahun), tahap preoperasional (usia 2-6 tahun), tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun) dan tahap operasional formal (usia 12-18 tahun).

Perkembangan kognitif anak terutama anak usia kelas 1 menurut Piaget masuk dalam tahap operasional konkret. Dimana tahap operasional konkret yang dimiliki oleh anak kategori usia 7-11 tahun, anak sudah mampu mengelompokkan objek atau situasi tertentu dan mengurutkan sesuatu, kemampuan dalam mengingat dan berpikir logis juga semakin meningkat, memahami konsep sebab akibat secara rasional dan sistematis, mulai dapat belajar membaca dan berhitung, sikap egosentrisnya semakin berkurang secara perlahan.

Baca juga:   Aktifkan Kelas dengan Bermain Peran Ampuh Tingkatkan HB

Ciri perkembangan kognitif siswa pada tahap ini dapat dilihat dari berbagai kemampuan yang dibuatnya di sekolah maupun di rumah. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengetahui ciri-ciri perkembangan kognitif siswa usia ini, baik di sekolah maupun di rumah. Dalam situasi sekarang ini, siswa diharuskan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain peran guru yang harus inovatif dalam memberikan materi pembelajaran, peran orang tua lebih dominan dalam mendampingi anak belajar di rumah terutama untuk siswa kelas 1. Faktor yang mempengaruhi kualitas belajar siswa salah satunya yaitu kurangnya pendampingan orang tua pada saat pembelajaran online.

Tingkat peranan orangtua dalam pendidikan anak terbilang rendah, sehingga menuntut sekolah untuk memberikan berbagai bentuk keterlitabatan orangtua, memberikan ruang bagi orangtua untuk dapat terlibat di sekolah dan memberikan pemahaman pentingnya keterlibatan orang tua bagi pendidikan anak. Pendidikan anak di sekolah, bukan berarti berakhirnya peranan orang tua. Sekolah dan orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab yang krusial dalam pendidikan anak. Pengaruhnya akan lebih besar pada anak apabila terjadinya mitra sekolah dan orang tua saling bersinergi terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Baca juga:   Belajar Matematika Bersama Alam Menjadi Lebih Mengasyikan

Berdasarkan penjelasan tersebut serta hasil penelitian yang dilakukan di SDN 03 Sidomulyo, terlihat hasil penilaian akhir tahun mengalami peningkatan. Kondisi mengenai partisipasi orang tua dalam meningkatkan kualitas belajar dapat ditarik kesimpulan. Pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak memberikan dampak positif bagi perkembangan prestasi anak baik akademik maupun nonakademik. Pada hakikatnya peran orang tua adalah sebagai pendidik budi pekerti, sosial, pembentukan pembiasaan dan intelektual anak. (pg2/ida)

Guru SDN 03 Sidomulyo

Author

Populer

Lainnya