Pembelajaran Jarak Jauh saat WFH, Permasalahan dan Solusi

Oleh: Septi Linawati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARNG.ID, ONLINE learning yang berbarengan dengan WFH (Work From Home) saat pandemi Covid-19 ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri. Baik problem itu muncul dari pembelajaran jarak jauh saja, atau dari WFH saja atau masalah yang saling terkait antara keduanya.

Namun demikian, tulisan ini tidak bermaksud memberikan solusi menyeluruh. Tulisan ini sekedar catatan ringan saja atas fenomena pembelajaran jarak jauh yang sedang trending saat wabah virus Corona seperti sekarang ini. Meskipun demikian, di akhir tulisan akan diberikan suatu solusi dari seorang pakar juga.

Yuk sekarang kita lihat praktek online learning di beberapa negara saat wabah COVID-19 ini. Langkah yang diambil negara tetangga kita Singapura ternyata tidak dengan meliburkan sekolah atau universitas mereka.

Para siswa sekolah dasar, SMP/SMA dan mahasiswa perguruan tinggi tetap melakukan pembelajaran secara normal. Hanya saja Kementerian Pendidikan sana mewajibkan online learning satu hari dalam seminggu bagi sekolah dan universitas.

Caranya adalah dengan mengatur jadwal pembelajaran jarak jauh mereka. Yakni bagi siswa sekolah dasar melakukannya 3a2setiap hari Rabu. Bagi siswa SMP/SMA hari Kamis. Dan bagi mahasiwa perguruan tinggi melakukannya pada hari Jumat. Dengan demikian, online learning tetap diberlakukan namun dengan frekuensi sangat kecil.

Baca juga:   Gallery Walk, Tingkatkan Sikap dan Keterampilan Siswa pada Pelajaran IPA

Apa alasan Singapura melakukan hal itu? Kementerian Pendidikan Singapura beralasan bahwa jika online learning diberlakukan full 5 hari dalam seminggu, dan pada saat yang sama orang tua juga banyak yang harus melakukan WFH, maka hal itu dianggap akan mengganggu kerja di rumah yang dilakukan para orang tua. Jadi potensi masalah bagi orang tua saat WFH diberikan solusinya dalam bentuk tidak meliburkan sekolah dan universitas. Hmm, aneh juga ya, alasannya?

Nah, jika kita sudah melihat kondisi pembelajaran jarak jauh di negara lain, bagaimana dengan di Indonesia? Jawabannya diserahkan kepada Anda yang sudah merasakan bagaimana pembelajaran jarak jauh di sekolah atau perguruan tinggi masing-masing hingga saat ini.

Online learning yang “terpaksa” ditempuh akibat pandemi virus Corona yang tiba-tiba datang tanpa diundang, bagi banyak sekolah dan universitas tentu akan berakibat pada berbagai konsekuensi. Misalkan akan ditemuinya banyak permasalahan dan kendala di lapangan. Seperti yang dialami sebagian besar peserta didik dan guru di SDN 03 Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan baik persoalan teknis seperti ketiadaan jaringan, ketidakstabilan koneksi

Baca juga:   Pembelajaran Daring Dongeng Fabel untuk Siswa Kelas II

jaringan, keterbatasan kuota internet dan lain sebagainya. Hingga permasalahan non-teknis seperti ketidaksiapan instruktur maupun siswa dan mahasiswa sendiri, dan persoalan lainnya saat pelaksanaan online learning.

Hanya saja, agar pembelajaran jarak jauh berhasil mencapai target yang ditentukan meski dengan berbagai keterbatasan yang ada, solusi berikut ini dikutipkan berdasarkan saran-saran seorang pakar kesuksesan dan pencapaian, Brian Tracy di dalam bukunya Get Smart, yaitu Perlu Kejelasan, perlu Fokus, dan Perlu Konsentrasi. Mendefinisikan masalah yang ditemui sejelas-jelasnya, mempelajari materi berulang-ulang agar dapat dipahami, menanyakan hal-hal yang masih kabur kepada pemberi tugas adalah sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk memberikan kejelasan dalam mencapai target yang ditetapkan. (pg2/zal)

Guru SDN 03 Wangandowo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya