Memahami Hakekat Norma dalam Kehidupan Masyarakat dengan “Mind Mapping”.

Oleh : Nurul Evi Kusumawati.,S.H.

spot_img

RADARSEMARNG.ID, PESERTA didik sering mengalami kesulitan dalam membedakan makna, sumber dan sanksi norma. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Di mana sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan diterima.

Norma merupakan kaidah atau aturan yang berlaku bagi manusia yang berisi perintah, larangan dan sanksi antar manusia dalam suatu kelompok masyarakat. Macam-macam norma berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan dan norma hukum. Sedangkan berdasarkan kekuatan mengikatnya norma dibedakan menjadi Usage (Cara), Kebiasaan (folkways), Tata kelakuan (mores), dan Adat istiadat(Custom). Masing-masing norma tersebut memiliki sumber dan sanksi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain.

Untuk mengatasi kesulitan belajar materi Hakekat Norma dalam Kehidupan Masyarakat, peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Andong, Boyolali akan menggunakan metode pembelajaran yang menarik bagi peserta didik, karena di dalamnya ada unsur permainan dan memenuhi unsur 4C (creative, critical thingking, communicative, dan collaborative).

Penambahan unsur permainan dalam pembelajaran memiliki dua aspek positif, yaitu kemenarikan dan aspek mendidik. Konsep Mind Mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan tahun 1970-an. Sebuah mind map memiliki sebuah ide atau kata sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide sentral tersebut.

Baca juga:   Belajar Asyik dan Menarik melalui Youtbe pada PJJ

Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar maksimal. Tugas guru dalam proses belajar adalah menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan mind mapping.(Sugiarto,Iwan. 2004. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak Dengan Berfikir.)

Tehnis pelaksanaannya adalah, dimulai dengan topik bahasan sesuai rancangan pembelajaran hari itu, Hakekat Norma dalam Kehidupan Masyarakat. Cara membuat mind mapping, terlebih dahulu siapkan selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape kemudian tempatan topik yang akan dibahas di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi horizontal. Usahakan menggunakan gambar, simbol atau kode pada mind mapping yang dibuat.

Kelas tampak meriah, tiga puluh dua ide murid yang berbeda dan dinamis tampaknya disatukan dalam satu kepentingan, Spidol, kertas tempel, karton transparan tampak menjadi alat utama untuk menyukseskan model dalam kegiatan pembelajaran. Menganalisis kompetensi inti dan dasar, dikaji dengan topik pembelajaran yang akan digunakan hingga mengeksekusi (melaksanakan) kegiatan pembelajaran dengan rancangan yang telah dipersiapkan sebelumnya adalah salah satu langkah awal untuk memulai tingkat berpikir kritikal analisis peserta didik terhadap Hakekat Norma dalam Kehidupan Masyarakat.

Baca juga:   Meneguhkan Iman Kepada Kitab Allah dengan Change of Pairs

Selain itu, siswa dapat menggunakan kata-kata kunci sebagai asosiasi terhadap suatu ide pada setiap cabang pemikiran berupa sebuah kata tunggal serta bukan kalimat. Setiap garis-garis cabang saling berhubungan hingga ke pusat gambar dan diusahakan garis-garis yang dibentuk tidak lurus agar tidak membosankan. Garis-garis cabang sebaiknya dibuat semakin tipis begitu bergerak menjauh dari gambar utama untuk menandakan hirarki atau tingkat kepentingan dari masing-masing garis. Setelah selesai, peserta didik dapat menempelkan hasil karya mereka di papan pajang yang telah disiapkan yang selanjutnya masing-masing kelompok dapat saling berkunjung dan mengamati hasil karya kelompok lain. Mind mapping membantu peserta didik memahami Hakekat Norma dalam Kehidupan Masyarakat. (pg2/zal)

Guru SMPN 1 Andong, Boyolali

Author

Populer

Lainnya