Membuat Video Ungkapan Hope dan Congratulation dengan Handphone

Oleh : Iwan Setiawan S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN bahasa Inggris tidak hanya membaca atau menulis. Namun siswa dituntut menguasai keterampilan berbicara dan mendengarkan. Kedua keterampilan ini, dapat diterapkan dalam sebuah dialog atau percakapan. Percakapan yang dilakukan secara langsung banyak yang tidak diabadikan. Namun seiring perkembangan zaman, kini segala kegiatan dapat diabadikan melalui handphone, termasuk merekam video. Dalam hal ini, guru mencoba mengenalkan siswa kelas IX SMPN 7 Pemalang untuk membuat video percakapan ungkapan hope dan congratulation menggunakan handphone.
Memang awalnya ada beberapa kendala. Mulai dari alasan handphone yang terbatas, siswa merasa asing dengan kegiatan tersebut. Smartphone adalah telepon yang internet enabled yang biasanya menyediakan fungsi Personal Digital Assistant, seperti fungsi kalender, buku agenda, buku alamat, kalkulator, dan catatan (Garry B, Thomas J dan Misty E 2007).

Karena pentingnya pembelajaran tersebut, mereka akan mendapat pengalaman baru. Akhirnya dapat memenuhi kegiatan dalam membuat video percakapan ungkapan hope dan congratulation dengan handphone. Ada hal penting dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya ungkapan hope dan congratulation masuk pada KD 3.1 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyatakan harapan, doa, dan ucapan selamat atas suatu kebahagiaan dan prestasi, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaaannya. Dan KD 4.1 menyusun teks lisan dan sederhana untuk mengucapkan dan merespon ungkapan harapan atau doa dan ucapan selamat atas suatu kebahagiaan dan prestasi, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Baca juga:   Optimalisasi Penanganan Sampah di Sekolah dengan Metode OPOC

Penulis sebagai guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk berpasangan berkreativitas menyusun kalimat yang sesuai dengan materi ungkapan hope dan congratulation dengan bahasa masing-masing secara tertulis terlebih dahulu. Langkah berikutnya, skrip yang telah jadi, dipahami dan dihafalkan berdua dengan baik dan natural. Secara tidak langsung, guru mengajarkan seni peran dari beberapa karaker pembicaranya. Masing-masing siswa terlihat bersemangat melakukan sesuai peran yang disepakai antarkelompok. Guru pun tidak membatasi panjangnya script mengingat hal ini sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki. Pengambilan lokasi siswa diberi kebebasan, tapi sesuai dengan isi skrip.

Tugas yang sudah selesai dikirim ke grup WA masing-masing kelas, dengan menyertakan identitas. Penampilan terbaik akan diputar menggunakan LCD proyektor di depan kelas dan ditonton bersama. Tantangan ini menjadikan seluruh siswa berusaha menampilkan karyanya secara maksimal. Peran guru adalah memberikan masukan, saran, dan kritik atas karya siswa dengan bijak atas hasil karya siswa. Selain itu, guru mengajak siswa untuk berani menampilkan di Youtube, agar dapat dinikmati oleh orang banyak dan dapat dijadikan sebagai bahan belajar siswa lain. Ternyata mendapat respon baik.
Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang sangat pesat pada dasa warsa terakhir ini membawa dampak yang luar biasa pada berbagai sektor kehidupan kita seperti bisnis, hiburan, dan pendidikan (HD Surjono, 2013). Ini selaras dengan harapan guru, kreativitas siswa dapat terbangun dan menumbuhkembangkan mental siswa saat berbicara dengan lawan bicaranya sesuai peran masing-masing. Tidak ada suatu usaha yang sia-sia apabila dilakukan penuh kesabaran dan keikhlasan. Dengan usaha ini, membuahkan hasil bagi seluruh siswa. (pg2/ida)

Baca juga:   Terampil Membaca Puisi dengan Model ATM

Guru SMPN 7 Pemalang

Author

Populer

Lainnya