Tingkatkan Kemampuan Membaca Text Report dengan Talking Stick

Oleh : Umi Dzulifah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MEMBACA pemahaman adalah memahami isi bacaan yang wajib diajarkan oleh guru bahasa Inggris. Pentingnya keterampilan membaca pemahaman dalam bahasa Inggris, maka pemerintah memasukkan aspek ini ke dalam Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) yang diujikan. Artinya siswa baru dinyatakan lulus bila siswa telah mendapat nilai sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Membaca pemahaman merupakan aspek penting yang harus diajarkan pada semua tingkatan sekolah menengah sampai ke perguruan tinggi. Karena dalam kenyataannya, masih banyak siswa yang belum memahami isi bacaan yang terkandung dalam bacaan berbahasa Inggris dan menafsirkannya serta menarik kesimpulan apa yang telah dibaca sehingga nilai yang didapat belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris pada KD.3.4 tentang Teks Report di SMPN 3 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan masih banyak siswa kesulitan memahami bacaan. Akibatnya, hasil penilaian harian siswa masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan siswa-siswa terlihat malas, bosan, serta jenuh mengikuti pelajaran. Hal ini terjadi karena mereka tidak mengerti akan keuntungan yang akan mereka peroleh sehingga melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Bisa juga mereka bosan terhadap cara guru mengajar yang monoton dan kurang menarik. Guru menyampaikan materi dengan metode itu-itu saja. Siswa menjadi malas dan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran.

Baca juga:   Metode Teka-Teki Silang Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar IPS

Berdasarkan permasalahan tersebut, metode pembelajaran yang tepat yaitu dengan menerapkan metode Cooperative Learning tipe talking stick. Metode ini merupakan strategi pembelajaran yang menarik perhatian siswa dan mampu meningkatkan kegiatan terutama dalam memahami bacaan (Reading Comprehension).

Menurut Abdullohaja (2013:01), pembelajaran kooperatif berarti working together to accomplish shared goals (bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama). Singkatnya pembelajaran kooperatif mengacu pada metode pembelajaran, dimana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Pembelajaran Talking Stick sangat cocok diterapkan bagi siswa SD, SMP, SMA, dan SMK. Selain untuk melatih berbicara, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat siswa aktif, Tarmizi (2010:02).

Adapun langkah-langkahnya dalam pembelajaran ini, pertama, guru membentuk kelompok yang terdiri atas 5 orang. Kedua, guru menetapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 sentimeter. Ketiga, guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran. Keempat, siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana. Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan anggota kelompok untuk menutup isi bacaan. Kelima, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok. Setelah itu, guru memberikan pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompok tidak bisa menjawab pertanyaan. Keenam, guru memberikan kesimpulan. Langkah terakhir ini, ketujuh, guru melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu sekaligus menutup pembelajaran.

Baca juga:   Pembelajaran No Android di Masa Pandemi dengan Metode Luring dan HV

Pada pembelajaran membaca pemahanan bahasa Inggris sangat dimungkinkan menggunakan metode Cooperative Learning Tipe Talking Stick. Dengan model ini, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam membaca pemahaman bahasa Inggris. Hal ini bisa dilihat dari persentase kenaikan rata-rata dan daya serap siswa sebanyak 1,2 persen dan peningkatan dan rata-rata nilai penilaian harian mencapai 75,2 persen. (lbs1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya