Penerapan STEM untuk Tingkatkan Prestasi Belajar Materi Fluida Statis dan Kesetimbangan Benda Tegar

Oleh : Neti Tri Lestari, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan peradaban suatu bangsa dicirikan dengan unggulnya sumber daya rakyatnya. Ironisnya kesiapan teknologi Indonesia berada pada peringkat sangat rendah (80) dalam Indeks Daya Saing Global. Kemdikbud dalam pengembangan kurikulum sekolah mengadaptasi tiga konsep pendidikan abad 21, menuju Indonesia Kreatif tahun 2045. Yaitu 21st Century Skills, scientific approach dan authentic learning and authentic assesment.

Rendahnya hasil belajar peserta didik merupakan indikasi belum berhasilnya proses pembelajaran IPA di sekolah. Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) dipilih sebagai salah satu alternatifnya. Dalam pembelajaran berbasis STEM peserta didik menggunakan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam konteks nyata yang menghubungkan sekolah, dunia kerja, dan dunia global. Pendidikan STEM memberi pendidik peluang untuk menunjukkan kepada peserta didik bahwa konsep, prinsip, dan teknik dari STEM digunakan secara terintegrasi dalam pengembangan produk, proses, dan sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Penulis melakukan melakukan PTK dengan subjek penelitian siswa kelas XI. IPA 4 SMA Negeri 7 Semarang tahun pelajaran 2018/2019. Objek penelitian adalah keseluruhan proses dan hasil pembelajaran fisika untuk materi fluida statis dan kesetimbangan benda tegar dengan menggunakan pendekatan STEM dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika.
Data diambil dari hasil pengamatan guru sebagai peneliti, dan hasil tes tertulis peserta didik di akhir setiap siklus. Teknik pengumpulan data berupa tes untuk hasil belajar bersifat kuantitatif, nontes berdasar observasi untuk data kualitatif serta teknik dokumentasi. Tes diberikan dalam bentuk pilihan ganda beralasan (two tier test) sebanyak 6 butir tiap siklus untuk mengukur hasil belajar pengetahuan.

Baca juga:   Perlu Positive Thinking untuk Memahami Permasalahan Siswa

Hasil dari penelitian ini adalah penerapan STEM secara integratif berbasis masalah mendukung pembelajaran fisika dengan tercapainya indikator keberhasilan berupa ketuntasan klasikal sebesar 86 persen (batas minimal 85 persen) dan 94 persen peserta didik masuk dalam kategori keaktifan baik (batas minimal 75 persen), adanya peningkatan aktivitas peserta didik dalam kategori baik sebesar 7,5 persen, peningkatan rerata hasil belajar pengetahuan sebesar 5,78 (pra siklus-siklus 1), 3,08 (siklus 1-2), peningkatan rerata nilai ketrampilan produk 8,33 (siklus 1-2).

Hasil penelitian menunjukkan pendekatan STEM mendukung secara positif pembelajaran fisika pada materi fluida statis dan kesetimbangan benda tegar. Pendekatan STEM dapat merangsang peserta didik untuk memahami fenomena atau permasalahan fisika yang ada di sekitar mereka dan mengajak untuk mencari solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut. Pemahaman peserta didik menjadi lebih baik karena mereka terbiasa dengan pola pemecahan masalah dalam kerangka STEM. Hasil belajar STEM pada kemampuan berpikir kritis lebih baik dibandingkan dengan hasil dari penerapan pembelajaran konvensional. Pembelajaran STEM dapat mengaktualisasi kompetensi pembelajaran.

Baca juga:   Tingkatkan Keterampilan Bercerita melalui Media Gambar Seri

Aspek sains terintegrasikan dalam wujud pembahasan materi dan informasi tentang fluida statis dan kesetimbangan benda tegar. Aspek teknologi terintegrasi dalam peserta didik mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Aspek engineering terintegrasi dalam rancangan yang dibuat sebelum peserta didik membuat rancangan purwarupa dongkrak hidrolik dan hidrolik cuci mobil. Peserta didik merancang sedemikian rupa berdasar kebutuhan beban yang akan diangkat/ditarik. Pada perancangan hidrolik cuci mobil, desain alas juga diperhitungkan berdasar konsep kesetimbangan benda tegar. Aspek matematika terintegrasi dalam pengolahan data praktikum.

Penulis memberikan rekomendasi pendekatan STEM untuk diterapkan pada materi-materi lain pada mata pelajaran fisika, diutamakan dengan crosscuting concepts. (lbs1/lis)

Guru Fisika SMA Negeri 7 Semarang

Author

Populer

Lainnya