Metode Discovery Learning Tingkatkan Minat Belajar Anak

Oleh: Windarti Sri Wahyuni, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan.

Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang Guru lakukan selama ini, Guru menggunakan buku siswa dan buku guru. Guru meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, Guru mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, Guru masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS). Guru juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria.

Terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran di SMP saat ini di kota Banjarnegara khususnya di SMP Negeri 4 Satu Atap Bawang pada beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh pola pembelajaran yang dilaksanakan cenderung berorientasi akademik, yaitu Pembelajaran lebih ditekankan pada pencapaian kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung, sehingga tidak menitik beratkan pada tahap pencapaian perkembangan di antaranya kemampuan berbahasa dan dalam minat belajar anak. Siswa terlihat pasif dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Ini diakibatkan metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran kurang tepat sehingga anak-anak tidak berminat dalam mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru.

Baca juga:   Cara Asyik Belajar Pronunciation dengan Tongue Twister

Minat belajar dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan kemampuan anak dapat ditingkatkan melalui berbagai media pembelajaran. Namun sayangnya, guru belum menggunakan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan anak. Salah satu sumber pembelajaran di SMP adalah pembelajaran dengan metode discovery learning, yang dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan. Media Discovery Learning yang dibutuhkan untuk anak dalam proses belajar mengajar di antaranya adalah dengan menggunakan video.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah’ (b) selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari buku teks.

Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran menemukan masalah (discovery learning/DL. DL merupakan model pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. Dalam DL siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, DLmembelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analisis, serta mencari dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Baca juga:   Pembelajaran Daring KURSIKU dalam PJJ Matematika

Model pembelajaran yang dipilih adalah discovery learning. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran. Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak discovery learning.

Setelah melaksanakan pembelajaran model DL, Guru menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Praktik pembelajaran DL yang berhasil baik ini Guru simpulkan pembelajaran berorientasi HOTS dengan model DL. (lbs1/zal)

Guru SMPN 4 Satu Atap Bawang, Banjarnegara

Author

Populer

Lainnya