Timang-Timang, Cara Asyik Pembinaan Sepak Takraw

Oleh : Kamali, S.pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERMAINAN Sepak Takraw berasal dari Melayu pada abad 15, pada waktu itu hanya dimainkan kaum Bangsawan yang menggunakan aturan sederhana. Permainan itu menggunakan kaki dengan cara di timang-timang, bola jangan sampai menyentuh tanah dan jangan menggunakan tangan. Pada saat itu dimainkan berkelompok.

Seiring dengan perkembangan zaman permainan Sepak Takraw berkembang di Indonesia, walaupun perkembangannya masih kalah dengan cabang olahraga lainnya. Permainan Sepak Takraw masuk di Sekolah Dasar itu saja karena adanya event di popda. Sepak Takraw bukan merupakan pelajaran wajib dan hanya pelajaran pilihan, itu saja muncul bakat dari anak-anak yang setiap waktu istirahat digunakan untuk anak berkelompok dan melakukan timang-timang menggunakan bola plastik. Oleh karena itu tumbuh inisiatif dari guru melihat anak melakukan timang-timang dengan bola plastik diganti dengan bola takraw. Antusias anak makin semangat dan dijadikan pelajaran pilihan (esktrakurikuler).

Seiring dengan perkembangan zaman, Sepak Takraw bisa masuk ke SD Kedokansayang 01, Kabupaten Tegal karena dilihat dari bakat dan minat dengan antusias yang sangat tinggi. Maka dari itu, Sepak Takraw dijadikan pelajaran ekstrakurikuler yang diawali dengan siswa harus menguasai sepak sila (timang-timang), itu merupakan awal dalam permainan. Anak menguasai timang-timang membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dilanjutkan dengan mengoper bola ke temannya dengan menggunakan kaki, paha, atau dada. Dibutuhkan waktu berminggu–minggu sampai anak bisa menguasai bola yang dioper dari temannya, dan berhasil mengembalikan bola dengan baik. Lalu ketika melakukan servis dan menuju permainan, digunakan peraturan sederhana menggunakan teknik- teknik yang lain diantaranya yaitu teknik mematikan lawan, teknik dengan menyundul servies, dan lain-lain. Permainan Sepak Takraw dikenal dengan tekong yang berkedudukan di tengah, permainan diawali dengan menyepak bola menggunakan kaki (servis). Kemudian apit kanan yang berkedudukan di pinggir berdiri di tengah lingkaran yang mempunyai tugas mengantarkan bola ke tekong. Cara mengoper menggunakan tangan yang dianggap kuat dan kaki di tekuk. Saat akan melempar bola, kaki ditekuk dan kaki jangan sampai keluar garis yang satunya. Apit kiri berdiri membelakangi dan kaki jangan sampai keluar. Dalam permainan Sepak Takraw dibutuhkan kesabaran, keterampilan dalam mengolah bola, kerja sama dengan tim satu regu berjumlah 5 orang (pemain berjumlah 3 orang dan 2 orang sebagai cadangan), dibutuhkan ketekunan, ketelatenan dalam permainan ini.

Baca juga:   Atasi Kesulitan Belajar Bangun Ruang dengan Video Pembelajaran

Dalam permainan Sepak Takraw dibutuhkan kesabaran dan latihan terus menerus untuk menghasilkan permainan yang bagus sesuai yang diharapkan. Menurut Prof. Sofyan Hanip, untuk memperoleh kualitas atlit Sepak Takraw dipersiapkan sejak dini dan pembinaan atlit berkelanjutan. Maka dari itu, bibit–bibit Sepak Takraw mulai dikenalkan Sepak Takraw sejak anak kelas tiga, anak diharapkan agar menyenangi terlebih dahulu permainan Sepak Takraw. Hampir setiap waktu anak diberi waktu untuk bermain Sepak Takraw. Dimulai dengan pengenalan awal dengan yang namanya Sepak Sila, itu adalah dasar dalam permainan Sepak Takraw, walaupun awalnya anak tidak bisa dan anak merasa sulit satu kali timang–timang. Lalu diberikan bimbingan terus menerus sampai bisa melakukan timang–timang dua kali. Anak mulai menyenangi permainan tersebut dibutuhkan waktu berbulan–bulan. (ti1/zal)

Guru PJOK SDN Kedokansayang 01, Tegal

Author

Populer

Lainnya