Media Cergam untuk Membaca Permulaan

Oleh : Listyowati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA usia 4 sampai 5 tahun merupakan masa peka anak untuk belajar membaca dan berhitung, karena di usia tersebut anak lebih mudah membaca dan mengerti angka (Hainstock, 2002: 103). Anak sebaiknya mulai berlatih membaca di usia 1-5 tahun karena pada masa ini otak anak akan dapat menyerap semua hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-harinya, seperti membaca, berhitung, maupun menulis.Menurut Saleh Abbas (2006: 101), membaca pada hakikatnya adalah suatu aktivitas untuk menangkap informasi bacaan baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam bentuk pemahaman bacaan secara literal, inferensial, evaluatif, dan 9 kreatif dengan memanfaatkan pengalaman pembaca.

Membaca permulaan di sekolah dasar bertujuan agar siswa mengenal danmenguasai sistem tulisan sehingga mampu membaca dengan tepat. Butuh kreatifitas dan keaktifan guru agar siswa dapat membaca dengan tepat dan lancar. Keberhasilan belajar siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca mereka. Berdasarkan pengamatan di kelas 1 yang penulis ampu, menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan yang dimiliki siswa belum sesuai yang diharapan. Sebagian besar siswa kelas I belum dapat membaca dengan tepat dan lancar. Faktor-faktor penyebabnya adalah metode mengajar yang kurang tepat, guru kurang kreatif mengembangkan metode mengajar yang digunakan, dan kurangnya pendukung pembelajaran seperti buku-buku teks atau cerita yang menarik perhatian siswa. Dengan kondisi seperti ini, penulis mencoba mencari alternatif media yang dapat mendukung pembelajaran, salah satunya yaitu memanfaatkan penggunaan Buku Cerita Bergambar (BCB) dalam pembelajaran membaca permulaan. Pelaksanaan pembelajaran membaca melalui media Buku Cerita Bergambar dilaksanakan secara bertahap yaitu tahap pendahuluan yang pertama berisi tahap pengelompokkan, kedua tahap inti yang berisi tahap pemasangan, tahap penyusunan, dan tahap pembahasan, dan ketiga tahap penutup.

Baca juga:   Rekreasi Merangsang Siswa untuk Produksi Cerita Sejarah Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Tahap-tahap pembelajaran tersebut saling terkait dan tidak dilaksanakan secara terpisah. Setelah penulis mencoba mengubah strategi tesebut, ternyata pemanfaatan penggunaan BCB dalam pembelajaran membaca permulaan terbukti efektif. Efektivitas tersebut terlihat pada hal-hal berikut. Pertama, pemanfaatan BCB dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan gembira, bebas, aktif, dan produktif, sehingga kendala psikologis yang sering menghambat siswa seperti rasa enggan, takut, malu dapat teratasi dengan baik. Hal ini terlihat ketika siswa melaksanakan kegiatan membaca yang semula malu dan takut untuk membaca menjadi lebih bersemangat, gembira, dan antusias dalam melaksanakan kegiatan membaca.

Kedua, hasil membaca permulaan siswa semakin meningkat, dari yang semula kurang mampu mengenali gambar menjadi tertarik untuk mengenalinya, dari kurang mampu membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana menjadi tertarik menganalisisnya sampai bisa menguasai kalimat sederhana dengan baik. Dari kurangnya minat membaca, dengan adanya BCB siswamenjadi tertarik dan penasaran ingin membaca dan memilikinya. Frekuensi baca menjadi lebih meningkat dibandingkan ketika masih menggunakan buku paket. Ketiga, siswa terlatih untuk berani mengemukakan kesan pembelajaran dan berani membaca tanpa bimbingan guru. Media cergam tersebut juga diterapkan di SDN Wonokerso 01. (pg1/zal)

Baca juga:   Upaya Pembelajaran pada saat New Normal

Guru SDN Wonokerso 01

Author

Populer

Lainnya