Antusias Tinggi Belajar PPKn dengan Numbered Head Together

Oleh : Udiartik, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Hal yang sangat menjadikan kepuasan seorang pendidik dalam suatu pembelajaran adalah tercapainya apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Tapi kenyataannya yang sering terjadi adalah sebaliknya, pembelajaran jauh dari harapan seorang pendidik. Mata pelajaran PPKn kadang dipandang sebagai mata pelajaran yang banyak menyajikan teori dan konsep. Sehingga muncul anggapan PPKn sebagai mata pelajaran yang membosankan, didukung dengan beberapa fakta bahwa mata pelajaran dengan banyak teori dan konsep menjadikan peserta didik tidak fokus pada materi, tidak memahami apa yang dipelajari, dan hasil belajar mereka menjadi rendah.

Dengan melihat pengalaman tersebut di atas, dibutuhkan solusi untuk mengubah model pembelajaran yang selama ini dipraktekkan dengan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah sistem pengajaran yang memberi kesempatan siswa untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Lie, 2010:12). Tepatnya seorang guru dalam memilih salah satu model pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar, sangatlah menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang membuat peserta didik tertarik dan antusias dalam belajar PPKn adalah model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada materi “Keragaman Suku, Agama, Ras dan antar Golongan dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika” kelas VII-A SMP Negeri 3 Kaliwungu.

Baca juga:   Antusiasme Guru IPS Mengikuti Bimtek PKB Menuju Sukses KP

Model pembelajaran Numbered Head Together adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktifitas siswa dalam mencari, mengolah dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan didepan kelas (Rahayu, 2006:12). Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran model Numbered Head Together adalah diawali dengan 1) Penomoran (Numbering): guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan 4 hingga 6 siswa dan memberi nomor sehingga tiap siswa dalam tim memiliki nomor berbeda, 2) Pengajuan pertanyaan (Quenstioning): guru mengajukan pertanyaan kepada para siswa dengan tujuan untuk mentransformasikan pengetahuan baru kearah situasi pembelajaran, 3) Berpikir bersama (Head together): siswa bersama kelompoknya membahas dan menyatukan pendapatnya dan tiap anggota dalam tim kelompoknya mengetahui jawaban tersebut, 4) Pemberian jawaban (answering): guru memanggil suatu nomor tertentu dengan cara acak dan siswa yang bersangkutan yang sesuai dengan nomor panggil guru mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan guru tadi untuk di jawab kepada seluruh kelas, 5) Pemberian tanggapan : guru meminta siswa yang lain memberikan tanggapan, dan masukan terhadap hasil jawaban siswa pada langkah ke-4 untuk selanjutnya guru memanggil dan menunjuk nomor yang lain, kegiatan ini dilakukan berulang-ulang sampai berakhirnya nomor pada siswa, 6) Kesimpulan : agar tidak menimbulkan kerancuan dan salah persepsi pada siswa maka pada langkah ini guru memberikan kesimpulan dan penjelasan atas pertanyaan dari jawaban yang disampaikan siswa, 7) Evaluasi : Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengetahui dan memberikan umpan balik dari hasil kegiatan yang telah dilakukan.

Baca juga:   VP dan MR, Efektif Tingkatkan Hasil Belajar Sejarah Perjuangan Nabi

Proses pembelajaran materi keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika melalui model Numbered Head Together membuat siswa lebih antusias, kondusif dan lebih menyenangkan. Hasil belajar siswapun dalam materi ini yaitu Kompetensi Dasar 3.4 lebih baik dan meningkat. Di samping itu perilaku siswa juga mengalami perubahan, yaitu yang awalnya peserta didik sangat pasif, berbicara sendiri, bergurau dan sama sekali tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru, setelah menggunakan model Numbered Head Together siswa menjadi antusias, bertanggungjawab, toleran, gotong royong dan disiplin dalam pembelajaran. (pg1/ton)

Guru PPKn SMPN 3 Kaliwungu

Author

Populer

Lainnya