Optimalisasi Pembelajaran Matematika Daring melalui Channel YouTube Guru

Oleh : Dian Aritasari, S.Pd.Si

spot_img

RADRASEMARANG.ID, Mewabahnya Covid-19 membawa perubahan dalam segala aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan berbagai solusi dan petunjuk terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada masa pandemi. Termasuk pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang sejatinya dapat dilakukan dalam dua opsi. Yaitu daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan).

Dari kedua opsi tersebut, banyak sekolah yang memilih melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau gabungan antara pembelajaran daring dan luring yang dikenal dengan istilah blended learning.

Mengajar matematika secara daring menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Diperlukan media pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran matematika. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001:2) mengatakan media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Pada awal pembelajaran daring, banyak guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membagikan modul atau bahan ajar berupa file kepada siswa melalui platform pendidikan yang dipilih. Selanjutnya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran dan mendiskusikan bagian yang belum dipahami melalui WhatsApp Group, Google Classroom, Microsoft Teams atau platform pendidikan lainnya.

Baca juga:   Topik Layanan Bimbingan Mengelola Emosi di Saat Pandemi

Permasalahan yang muncul selama penggunaan metode ini adalah siswa merasa kesulitan dalam mempelajari modul atau bahan ajar matematika secara mandiri. Dari permasalahan tersebut, muncul gagasan pemanfaatan channel YouTube guru.

Selain mudah dalam proses pembuatan channel maupun proses pengunggahan video, terdapat beberapa keunggulan lain. Beberapa platform pendidikan sebenarnya telah menyediakan fitur untuk pembelajaran sinkron melalui video conference. Tetapi, di beberapa daerah dengan kondisi jaringan internet yang kurang mendukung, sering terjadi gangguan baik dari segi audio maupun video selama kegiatan video conference berlangsung.

Sehingga proses penyampaian materi pembelajaran kurang maksimal. Dengan meng-upload video pembelajaran melalui channel YouTube guru, siswa dapat memilih waktu dan tempat yang tepat untuk mengakses video pembelajaran, dimana kondisi jaringan baik dan stabil. Selain itu, siswa juga dapat men-download video pembelajaran tersebut sehingga dapat menyaksikan kembali video tersebut sewaktu-waktu tanpa tergantung pada jaringan.

Keunggulan lain dari pemanfaatan channel YouTube dalam pembelajaran daring adalah guru dapat mengunggah video pembelajaran sesuai durasi yang diinginkan tanpa terpengaruh ketersediaan ruang pada perangkat yang digunakan.

Mengapa harus channel Youtube guru? Mungkin sebagian besar guru memiliki pertanyaan yang sama. Mengapa guru perlu mengembangkan channel YouTube miliknya, bukankah saat ini telah banyak dijumpai video pembelajaran di berbagai channel Youtube? Salah satu keunggulan ketika guru memiliki channel YouTube sendiri adalah guru dapat sekaligus berperan sebagai content creator pada channel YouTube yang dimilikinya. Artinya, guru dapat memilih dan mengelola sendiri konten yang diinginkan. Guru lebih leluasa dalam memilih materi yang ingin disampaikan, kedalaman materi, hingga metode penyampaian yang digunakan. Guru juga dapat lebih leluasa menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh siswanya, mengingat siswa di setiap daerah memiliki karakter dan kemampuan pemahaman materi yang berbeda-beda.

Baca juga:   Sederhananya Metode Plus dapat Menarik Siswa untuk Bersemangat Belajar

Pemanfaatan channel YouTube guru dalam proses pembelajaran matematika secara daring telah dilakukan di SMK Negeri 1 Kedung, Kabupaten Jepara. Melalui pemanfaatan channel YouTube guru dalam pembelajaran matematika, proses pembelajaran lebih optimal sehingga partisipasi, pemahaman dan prestasi belajar matematika siswa meningkat dari sebelumnya. Selain itu, guru lebih terpacu mempelajari berbagai metode pembuatan video dan pengembangan media pembelajaran matematika. (kb4/lis)

Guru Matematika SMK Negeri 1 Kedung, Kabupaten Jepara

Author

Populer

Lainnya