Metode Talking Stick Tingkatkan Belajar Days and Months

Oleh : Yekti Putriani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mengajar tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran di depan dengan ceramah dengan mengabaikan apakah siswa benar-benar tertarik dan merasa senang dalam kelas pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan menjadi hal menantang bagi guru untuk selalu mendesain seiring waktu dan tuntutan kompetensi pembelajaran.

Sangat dibutuhkan kepekaan dan kreatifitas guru untuk menciptakannya. Meskipun pada praktiknya sering mengalami kendala sebagaimana dialami oleh penulis pada mata pelajaran bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 2 Wiradesa masih banyak siswa yang tidak fokus dan merasa bosan ketika mengikuti kelas pembelajaran. Melihat kenyataan itu penulis menerapkan metode talking stick pada mata pelajaran bahasa Inggris dalam materi Days and Months. Metode ini dipandang menarik perhatian siswa.

Menurut Kurniasih dan Sani (2015:82), model pembelajaran talking stick merupakan satu dari sekian banyak satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat. Menurut Maufur (2009:88), talking stick merupakan sebuah model pembelajaran yang berguna untuk melatih keberanian siswa dalam menjawab dan berbicara kepada orang lain. Sedangkan penggunaan tongkat secara bergiliran sebagai media untuk merangsang siswa bertindak cepat dan tepat sekaligus untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi.

Materi pembelajaran ini mencakup kompetensi dasar ranah pengetahuan mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis. Melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, sesuai dengan konteks.

Baca juga:   Model Examples Non Examples Mudahkan Siswa Menulis Puisi

Penggunaannya serta ranah ketrampilan menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, dengan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dansesuai konteks.

Langkah-langkah yang dijalankan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada materi pembelajaran days and months pada kelas VII sebagai berikut, pertama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran berkaitan dengan materi days and months.

Lalu, guru membentuk kelompok yang terdiri atas 5 orang. Kemudian, menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm. Setelah itu, memberikan materi days and months kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pembelajaran tersebut dalam waktu yang telah ditentukan. Kemudian, siswa berdiskusi membahas masalah waktu berkaitan dengan hari dan bulan yang terdapat di dalam wacana. Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya. Guru mempersilakan anggota kelompok untuk menutup isi bacaan. Lalu, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok, setelah itu guru memberi pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya.

Baca juga:   Pembelajaran Recount Text dengan Bantuan Mind Mapping

Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Kemudian, siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan.

Setelah semuanya mendapat giliran, guru membuat kesimpulan dan melakukan evaluasi, baik individu atau pun secara berkelompok. Dan langkah terakhir, menutup pelajaran.
Model pembelajaran ini menurut penulis memiliki kelebihan yang bisa jadi hal menarik untuk diterapkan oleh guru antara lain menguji kesiapan siswa dalam pembelajaran, melatih siswa memahami materi dengan cepat, memacu agar siswa untuk lebih giat belajar.

Karena siswa tidak pernah tahu tongkat akan sampai pada gilirannya dan siswa berani mengemukakan pendapat. Meskipun model ini dapat membuat peserta didik senam jantung, siswa yang tidak siap tidak bisa menjawab. Maka guru dituntut juga untuk bisa peka dan kreatif untuk mengurangi ketegangan. (ce3/lis)

Guru Bahasa Inggris Kelas VII SMP Negeri 2 Wiradesa

Author

Populer

Lainnya